BONE– Semangat kebersamaan dan optimisme mewarnai pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tutup Buku Tahun 2025 KPRI Kokarda Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bone. Di bawah kepemimpinan Taufik Raden, S.Ag., M.Sos.I, koperasi yang menjadi wadah kesejahteraan ASN Kemenag Bone ini terus menunjukkan geliat kemajuan yang signifikan.
RAT yang digelar di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bone pada Kamis, 22 Januari 2026, mengusung tema “Koperasi Maju, Indonesia Adil Makmur”. Tema ini menjadi refleksi sekaligus komitmen KPRI Kokarda untuk terus beradaptasi, tumbuh, dan memberi manfaat nyata bagi seluruh anggotanya.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bone H. Hamsah Sanusi, S.Sos., M.Si, didampingi Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bone Dr. Abd. Rafik, M.Pd. Hadir pula Ketua Dewan Koperasi Daerah Bone yang diwakili Andi Aswar, Ketua KPRI Bone Drs. Abu Darwis, serta Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah H. Muhammad Rafi As’ad, S.Ag., MM., M.H, selaku pengawas bersama jajaran pengurus dan ratusan anggota koperasi.
Dalam laporan pertanggungjawabannya, Ketua KPRI Kokarda Taufik Raden mengungkapkan bahwa sepanjang tahun buku 2025, koperasi mengalami peningkatan yang sangat menggembirakan, baik dari sisi jumlah anggota maupun kualitas layanan.
“Jumlah anggota mengalami lonjakan luar biasa. Dari 927 orang pada tahun sebelumnya, kini meningkat menjadi 1.238 anggota. Kenaikan ini tidak terlepas dari adanya pengangkatan ASN baru, baik PNS maupun PPPK,” jelasnya.
Namun, menurut Taufik, bertambahnya anggota juga berarti bertambah besar pula amanah yang harus dipikul pengurus. Tantangan ke depan, terutama terkait penguatan SDM dan pemanfaatan teknologi informasi, harus dijawab dengan langkah-langkah nyata.
“Kita harus responsif terhadap perkembangan zaman. Persoalan IT dan SDM harus dibenahi, dan Alhamdulillah itu sudah mulai kita lakukan,” ujarnya.
Salah satu langkah konkret yang telah dijalankan adalah transformasi digital pada unit usaha koperasi. Unit Simpan Pinjam KPRI Kokarda kini telah berbasis aplikasi, sehingga anggota dapat mengakses informasi simpanan dan kewajiban mereka secara real time.
Tak hanya itu, koperasi juga memperluas jenis layanan kebutuhan anggota. Mulai dari penyediaan barang kebutuhan hingga sistem pemesanan yang diantar langsung ke rumah anggota, semuanya dilakukan demi meningkatkan kenyamanan dan kepercayaan anggota terhadap koperasi.
RAT ini tidak sekadar menjadi forum evaluasi tahunan, tetapi juga momentum konsolidasi dan peneguhan arah gerak KPRI Kokarda Kemenag Bone. Dengan semangat kebersamaan, inovasi, dan pelayanan berbasis digital, koperasi ini optimistis melangkah menuju masa depan yang lebih maju, profesional, dan menyejahterakan anggotanya.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bone, Abdul Rafik, mengungkapkan rasa syukur atas progres signifikan yang dicapai Koperasi KOKARDA. Ia menilai peningkatan pendapatan usaha pertokoan serta kelancaran unit simpan pinjam menjadi indikator kuat bahwa koperasi berada dalam kondisi sehat dan dikelola dengan baik.
“Saya bersyukur koperasi kita progresnya terus meningkat. Baik dari sisi pendapatan pertokoan, begitu pun usaha simpan pinjam berjalan lancar dan mengalami peningkatan signifikan. Ini menandakan koperasi kita sehat,” ungkapnya.
Lebih jauh, ia menekankan pentingnya membangun dan menjaga kepercayaan antara pengurus, anggota, dan pengawas sebagai fondasi utama keberlanjutan koperasi. Dengan tingkat kepercayaan yang kuat, ia optimistis KOKARDA akan terus berkembang dan mampu memperluas layanan, termasuk rencana ekspansi pembiayaan kredit motor maupun mobil bagi anggota.
“Luar biasa aset kita sudah mencapai Rp12 miliar. Tinggal bagaimana ekspansi koperasi terus diperluas agar mampu melayani kebutuhan anggota secara maksimal,” tambahnya.
RAT ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bone, Hamsah Sanusi, yang memberikan apresiasi tinggi atas komitmen KOKARDA melaksanakan RAT tepat waktu. Menurutnya, ketepatan waktu RAT mencerminkan tata kelola koperasi yang baik dan profesional.
Dalam penekanannya, Hamsah Sanusi mendorong KOKARDA Kemenag Bone agar terus berinovasi dan bersikap inovatif dalam mengembangkan usaha, sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh anggota. Ia juga mengingatkan pentingnya penerapan standar akuntansi sesuai regulasi dalam setiap pengelolaan koperasi.
Pada kesempatan tersebut, Hamsah juga memaparkan perkembangan koperasi di Kabupaten Bone. Saat ini, Koperasi Merah Putih telah terbentuk di 374 desa dan kelurahan, dengan 50 di antaranya masih dalam tahap pembangunan. Enam jenis gerai menjadi fokus pengembangan, meliputi sembako, elpiji, pupuk, gudang, apotek, dan klinik.
Momentum RAT KOKARDA Kemenag Bone semakin istimewa dengan penyerahan Piagam Penghargaan Predikat Koperasi Sehat. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Bone kepada Ketua KOKARDA Kemenag Bone, Taufik Raden, dan disaksikan oleh Kepala Kantor Kemenag Bone.
Secara kinerja, KOKARDA Kemenag Bone mencatatkan capaian membanggakan. Aset koperasi meningkat dari Rp10 miliar menjadi Rp12 miliar. Sisa Hasil Usaha (SHU) yang dibagikan pada RAT kali ini mencapai Rp599.219.802, sementara unit usaha pertokoan mencatat surplus sebesar Rp23 juta.
Capaian tersebut menegaskan bahwa KOKARDA Kemenag Bone tidak hanya tumbuh secara aset, tetapi juga semakin kokoh sebagai koperasi yang sehat, terpercaya, dan berorientasi pada kesejahteraan anggotanya. (*)





