KEFAMENANU,- Kantor Kementerian Agama Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) melalui Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen mengadakan kegiatan Penguatan Moderasi Beragama bagi Siswa-siswi SMA Pelita Karya, Kamis (14/8/2025).
Acara ini merupakan bagian dari program rutin penyuluh agama Kristen di wilayah tersebut.
Kepala Seksi Bimas Kristen, Penehas Battuk, SH, menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan adalah membentuk generasi muda yang seimbang dalam pemahaman, toleran terhadap perbedaan, serta memiliki sikap kritis terhadap ajaran yang tidak sesuai dengan nilai-nilai mereka sendiri.
“Tujuan yang sangat-sangat diharapkan kepada siswa ini adalah mengenal perbedaan. Menjauhkan diri ajaran-ajaran yang tidak sesuai untuk siswa itu sendiri,” ujar Penehas Battuk.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Pelita Karya, Alexander Salu, menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan materi yang disampaikan oleh Bimas Kristen.

Ia menyebut terdapat lima poin penting yang diambil dari kegiatan ini.
Pertama, Sikap Toleransi Menumbuhkan rasa hormat terhadap sesama siswa yang berbeda suku, agama, atau daerah asal.
Kedua Cegah Radikalisme Membantu remaja dalam fase pencarian jati diri agar tidak terjerumus pada pemahaman agama yang ekstrem.
Ketiga Karakter Santun dan Bijak Mengedepankan nilai-nilai universal seperti keadilan, kemanusiaan, dan kasih sayang.
Keempat Penguatan Persatuan Bangsa Menanamkan semangat kebhinekaan sebagai fondasi berdirinya Indonesia.
Kelima Penerapan Moderasi di Lingkungan Sosial Membawa nilai-nilai moderat dari sekolah ke lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar.
Kegiatan Penguatan Moderasi Beragama oleh Bimas Kristen Kemenag TTU di SMA Pelita Karya merupakan langkah penting dalam membekali generasi muda dengan pemahaman toleransi, karakter santun, dan kesadaran akan keanekaragaman sebagai modal utama membangun persatuan.
Dengan begitu, diharapkan mereka tidak hanya menjadi siswa yang cerdas secara akademis, tetapi juga berintegritas dan empati terhadap sesama.






