Bimtek KLB Rabies Resmi Ditutup, PMI TTU Siapkan Relawan Perkuat Respon

Bimtek Klb Rabies Resmi Ditutup, Pmi Ttu Siapkan Relawan Perkuat Respon

KEFAMENANU, – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) resmi menutup kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kejadian Luar Biasa (KLB) Rabies dan Surveilans Berbasis Masyarakat (SBM), Sabtu (31/1/2026), setelah berlangsung selama tiga hari.

Penutupan dilakukan oleh Sekretaris PMI Kabupaten TTU, Vemi F. Tefa. Ia menjelaskan, bimtek ini bertujuan membekali relawan dengan pemahaman tugas dan fungsi dalam merespons KLB Rabies di lapangan.

“Relawan diharapkan mampu meringankan tugas pemerintah, khususnya dalam sosialisasi pencegahan rabies. Kabupaten TTU masih menjadi salah satu daerah dengan angka kematian akibat rabies yang cukup tinggi,” ujarnya.

Sebanyak 30 relawan direkrut untuk memperkuat respon KLB Rabies, sekaligus mendukung penanganan kejadian darurat lainnya. PMI juga telah menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) agar ilmu yang diperoleh selama bimtek dapat diimplementasikan secara nyata di lapangan.

Baca Juga :  Satlantas Polres Bone Hadirkan Pelayanan Prima dengan Commander Wish Setiap Pagi

Bimtek Klb Rabies Resmi Ditutup, Pmi Ttu Siapkan Relawan Perkuat Respon

Dalam pelaksanaannya, PMI Kabupaten TTU akan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Peternakan dalam kegiatan surveilans pada hewan maupun manusia.

Sementara itu, PMI TTU masih memanfaatkan Posko KLB Rabies di Pasar Baru sebagai pusat koordinasi, sambil menunggu pembangunan markas PMI yang direncanakan pada tahun 2026 di Jalan Diponegoro, Kampung Sabu.

PMI menetapkan lima kelurahan dan lima desa di Kecamatan Kota Kefamenanu dan Kecamatan Noemuti sebagai wilayah awal kegiatan, namun tetap siap merespons kejadian rabies di luar wilayah tersebut.

Related posts