Belu, NTT,- Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI meresmikan program PLBN Sakti (Sentra Aktivitas Kreatif Tapal Batas Indonesia) di PLBN Motaain, Kabupaten Belu, Kamis (14/8).
Program ini diinisiasi oleh KUH BNPP RI Fauzan Hasan dan diresmikan oleh Sekretaris BNPP RI, Komjen Pol Makhruzi Rahman, sebagai transformasi kawasan dari fungsi administratif menjadi pusat ekonomi, sosial, dan budaya.
Inovasi ini memanfaatkan aset Barang Milik Negara (BMN) secara optimal melalui mekanisme sewa seperti mini market, koperasi, parkir, dan pasar dikelola oleh UMKM, koperasi, dan pemerintah desa untuk meningkatkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan mendorong ekonomi masyarakat perbatasan.
“PLBN tidak hanya menjadi pintu keluar-masuk orang dan barang. Dengan SAKTI. Kami ingin menjadikannya pusat kekuatan ekonomi baru dari perbatasan kuat, mandiri, dan membanggakan,” tegas Komjen Pol Makhruzi Rahman.
Fauzan Hasan menyampaikan bahwa ide SAKTI lahir untuk menjawab tantangan lapangan, seperti pemanfaatan aset BMN yang belum optimal, rendahnya partisipasi masyarakat, dan kurangnya event maupun branding wisata.
“Kami ingin perbatasan menjadi etalase kemajuan bangsa, mengintegrasikan potensi lokal, UMKM, budaya, dan pariwisata agar langsung berdampak pada kesejahteraan masyarakat,”katanya menambahkan.
Puncaknya, launching PLBN SAKTI dimeriahkan dengan serangkaian acara publik seperti Freedom Border Run (marathon 7 km), Senja Motor Ride, bazar UMKM, panggung hiburan, lomba panco, pengobatan gratis, SIM keliling, dan donor darah, yang terbuka untuk umum.

Program ini mendukung visi Asta Cita Presiden Prabowo menguatkan pertahanan dan kemandirian ekonomi, menciptakan lapangan kerja berkualitas, mengembangkan industri kreatif, serta membangun dari desa demi pemerataan ekonomi.
Dengan PLBN Motaain telah beroperasi selama lebih dari tujuh tahun sejak diresmikan Presiden Jokowi pada 28 Desember 2016, BNPP optimistis SAKTI akan menjadi model pengembangan perbatasan yang produktif, inklusif, dan kompetitif ditetapkan sebagai percontohan di seluruh Indonesia.
Acara itu juga dihadiri oleh Kelompok Ahli BNPP RI Nurkholis, pejabat BNPP, Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, Sekretaris Utama LAN RI Dr. Andi Taufik, Bupati Belu Willybrodus Lay, Wakil Bupati Vicente Hornai Gonsalves, Ketua DPRD Belu, Duta Besar RI untuk Timor Leste, Kepala PLBN Motaain Maria Fatima Rika, Dekan UNHAN, Agen Konsulat Timor Leste di Atambua, Dansatgas UPF Timor Leste, Direktur Titik Tiga, serta Forkompinda dan Dansatgas Pamtas Belu.
Dari Motaain, PLBN SAKTI diyakini akan mendorong pertumbuhan UMKM, pariwisata, dan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat citra perbatasan Indonesia di mata dunia.






