BONE–Komitmen Pemerintah Kabupaten Bone dalam menjaga ketahanan pangan dan melayani kebutuhan masyarakat terus diperkuat. Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM memimpin rapat strategis bersama Perum Bulog, mitra kerja KTNA, unsur Pertanian, Ketahanan Pangan, serta Perpadi, yang digelar di Kantor Bulog, Kamis (8/1/2026).
Rapat tersebut membahas langkah-langkah konkret dalam menjamin ketersediaan dan kualitas beras bagi konsumen, sekaligus memperkuat posisi petani lokal sebagai produsen utama pangan daerah.
Dalam arahannya, Bupati Bone menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat, khususnya terkait kebutuhan pangan pokok seperti beras, harus menjadi prioritas utama pemerintah. Ia menyampaikan harapannya agar masyarakat Bone dapat memperoleh beras berkualitas dengan harga terjangkau, melalui sistem distribusi yang lebih dekat dan transparan.
Salah satu terobosan yang akan segera direalisasikan adalah peluncuran Kios Pangan Tripika dan Tripides. Kios ini dirancang sebagai pusat distribusi pangan strategis yang melibatkan unsur Tiga Pilar Kecamatan (Tripika) dan Tiga Pilar Desa (Tripides), sehingga pelayanan pangan dapat menjangkau masyarakat hingga ke tingkat desa.
“Ini bukan sekadar kios, tapi bagian dari upaya negara hadir langsung di tengah masyarakat, memastikan ketersediaan pangan yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan,” ujar Bupati.
Selain itu, rapat juga menyepakati pembentukan Satuan Tugas Pajale (Padi, Jagung, dan Kedelai). Satgas ini akan berperan dalam mengawal produksi, distribusi, hingga penyerapan hasil pertanian, guna memperkuat swasembada pangan dan melindungi kepentingan petani.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kerja sama antara pemerintah daerah dan Bulog terkait penyerapan gabah petani. Kerja sama ini diharapkan mampu memberikan kepastian harga dan pasar bagi petani, sekaligus menjaga stabilitas stok beras daerah.
Menariknya, beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) ke depan direncanakan diproduksi langsung di lokasi Kios Pangan Tripika dan Tripides, sehingga rantai distribusi menjadi lebih pendek dan efisien.
Dengan berbagai langkah strategis ini, Pemkab Bone optimistis mampu memperkuat ketahanan pangan daerah, meningkatkan kesejahteraan petani, serta memastikan masyarakat mendapatkan akses pangan berkualitas secara merata dan berkeadilan. (*)






