KEFAMENANU,- Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) mengambil langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan dan mendukung perekonomian petani lokal.
Bupati Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, Yosep Falentinus Delasalle Kebo, mengumumkan kebijakan baru yang mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayahnya untuk membeli beras langsung dari petani lokal, menggantikan pasokan sebelumnya dari Perum Bulog.
Dalam acara penyerahan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada 23 kelompok tani pada Jumat, 9 Mei 2025, Bupati Falent menyampaikan bahwa produksi beras di TTU mencapai 30.000 ton per tahun. Namun, kebutuhan beras bulanan untuk ASN dan keluarganya, yang berjumlah sekitar 12.875 orang, mencapai 2.086 ton dan saat ini masih dipenuhi melalui Bulog.
“Kami berkomitmen untuk mengalihkan pembelian beras ASN dari Bulog ke petani lokal. Ini akan memberikan pasar yang stabil bagi petani dan meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujar Bupati Falent.
Harga beras lokal saat ini berkisar Rp14.000 per kilogram, sementara beras dari Bulog dibeli seharga Rp7.250 per kilogram.
Untuk menjembatani selisih harga tersebut, pemerintah daerah berencana memberikan subsidi agar ASN dapat membeli beras lokal dengan harga terjangkau.
Langkah ini juga diiringi dengan dukungan kepada petani untuk meningkatkan produksi, termasuk pemberian alsintan dan fasilitas lainnya.
“Kami mendorong petani untuk meningkatkan produksi agar dapat memenuhi kebutuhan beras ASN. Pemerintah siap memberikan dukungan yang diperlukan,” tambahnya.
Dengan langkah ini, Pemerintah Kabupaten TTU berharap dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang saling menguntungkan antara ASN dan petani lokal, serta memperkuat ketahanan pangan daerah.






