Delkit Regio Nusra di Kefamenanu Menyatukan Visi Pastoral Untuk BKSN 2025

Delkit Regio Nusra Di Kefamenanu Menyatukan Visi Pastoral Untuk Bksn 2025

Kefamenanu,- Keuskupan Atambua menjadi tuan rumah dalam Pertemuan Delegatus Kitab Suci (Delkit) se-Regio Nusa Tenggara (Nusra) yang berlangsung di Aula Biara SVD Noemeto, Kefamenanu, dari tanggal 8 hingga 11 Mei 2025.

Kegiatan ini dihadiri oleh 30 perwakilan dari delapan keuskupan di wilayah Nusra, yaitu Keuskupan Agung Kupang, Keuskupan Atambua, Keuskupan Weetebula, Keuskupan Ruteng, Keuskupan Agung Ende, Keuskupan Larantuka, Keuskupan Maumere, dan Keuskupan Denpasar.

Pertemuan ini bertujuan untuk mempersiapkan bahan pendalaman iman atau katekese dalam rangka Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) yang akan dilaksanakan pada bulan September 2025.

Tema BKSN tahun ini adalah “Allah Sumber Pembaharuan Relasi Dalam Hidup,” yang mengajak umat Katolik untuk merenungkan dan memperbarui hubungan mereka dengan Allah, sesama, dan lingkungan sekitar.

Baca Juga :  TTU Catat 115 Kasus Aktif HIV/AIDS, Noemuti Urutan Kedua Tertinggi

Acara dibuka dengan Misa bersama dan pemukulan gong oleh Vikaris Jenderal Keuskupan Atambua, Pater Vincentius Wun, SVD, sebagai simbol dimulainya pertemuan.

Dalam sambutannya, Pater Vincentius menekankan pentingnya kolaborasi antar-keuskupan dalam menyusun bahan katekese yang kontekstual dan relevan dengan kebutuhan umat di wilayah Nusra.

Delkit Regio Nusra Di Kefamenanu Menyatukan Visi Pastoral Untuk Bksn 2025

Selama pertemuan, para delegatus berdiskusi dan berbagi pengalaman pastoral serta strategi dalam menyampaikan pesan Kitab Suci secara efektif kepada umat.

Mereka juga mengevaluasi pelaksanaan BKSN tahun sebelumnya dan merumuskan pendekatan baru yang lebih kreatif dan partisipatif untuk tahun ini.

Pertemuan Delkit ini mencerminkan semangat sinodalitas dan komitmen Gereja Katolik di wilayah Nusra untuk terus memperkuat iman umat melalui pendalaman Kitab Suci.

Baca Juga :  Inkai TTU Raih 12 Medali Open Tournament Kejurda Forki NTT-Timor Leste

Dengan menyatukan visi dan misi pastoral, diharapkan bahan katekese yang dihasilkan dapat menjadi sarana efektif dalam membangun komunitas yang lebih inklusif, adil, dan penuh kasih.

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts