Dampak Pemadaman Listrik di Malang: Pelaku UMKM Terancam Gulung Tikar

Dampak Pemadaman Listrik Di Malang: Pelaku Umkm Terancam Gulung Tikar

 

MALANG, ZonaNusantara – Gelombang pemadaman listrik yang kerap melanda wilayah Kota Malang kini mulai berdampak serius pada sektor ekonomi lokal.

Sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengaku terpukul, bahkan berada di ambang kebangkrutan akibat lumpuhnya operasional usaha dan rusaknya bahan baku.

Kerugian nyata salah satunya dirasakan oleh pelaku usaha jasa laundry di kawasan Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Pemadaman listrik yang terjadi secara mendadak membuat aktivitas mencuci hingga menyetrika pakaian pelanggan terhenti total.

“Bagaimana bisa bekerja kalau listrik mati? Padahal ada baju pelanggan yang harus diambil jam 7 malam ini,” keluh Ani, seorang penjaga laundry, Kamis (11/6/2026).

Dampak yang tak kalah parah juga menghantam sektor kuliner. Budi Darmawan, seorang pelaku UMKM kuliner, mengeluhkan pemadaman listrik berkepanjangan pada Kamis (11/6/2026) kemarin.

Baca Juga :  CFD Siapkan Panggung Kreatif Untuk Anak Muda dan UMKM

Akibat putusnya aliran listrik, mesin pendingin (freezer) miliknya berhenti berfungsi, yang menyebabkan stok bahan baku makanan beku mencair dan membusuk sebelum sempat diolah.

“Bahan makanan yang dibekukan jadi cair padahal belum waktunya digunakan. Akhirnya rusak dan terbuang. PLN harusnya bertanggung jawab, jangan semaunya sendiri (gak sak karepe dewe),” tegas Budi dengan nada kecewa.

Bagi para pelaku UMKM, lemari pendingin dan peralatan elektronik merupakan urat nadi usahanya.

Jika pemadaman ini terus berlanjut tanpa adanya antisipasi dan solusi cepat dari pihak terkait, dikhawatirkan akan terjadi lonjakan kerugian materiil yang memicu kebangkrutan massal bagi usaha kecil di Kota Malang.

Keluhan atas buruknya pelayanan listrik ini ternyata tidak hanya datang dari pelaku usaha kecil. Sebelumnya, Gubernur Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Jawa Timur, M. Zuhdy Achmadi, juga menyuarakan kekecewaannya.

Baca Juga :  Bank NTT Cabang Kefamenanu Dorong UMKM TTU Go Internasional Lewat Ekspo di Jepang

Pria yang akrab disapa Didik ini menceritakan pengalaman pribadinya di mana mesin genset miliknya mengalami kerusakan akibat tegangan yang tidak stabil.

Tidak hanya itu, koleksi ikan koi peliharaannya yang bernilai jutaan rupiah per ekor juga nyaris mati akibat kehabisan suplai oksigen saat listrik padam.

Masyarakat dan pelaku usaha kini mendesak pihak PLN untuk segera memberikan klarifikasi serta solusi konkret agar roda perekonomian warga tidak semakin terpuruk.

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts