Kota Malang, ZonaNusantara – Pelantikan Dandung Djulharjanto sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang di Ruang Sidang Balaikota Malang pada Senin (10/8/2026) tidak hanya menjadi agenda administratif biasa.
Kehadiran Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Dr. Ir. Budiar, M.Si, yang bertindak sebagai saksi dalam pelantikan oleh Wali Kota Malang Wahyu Hidayat tersebut, turut memicu berbagai spekulasi di tengah publik terkait adanya dugaan lobi-lobi politik.
Di balik pelantikan ini, dinamika birokrasi Malang Raya mulai menghangat.
Pemerhati Tata Pemerintahan Malang Raya, Awangga Wisnuwardhana, mengungkapkan bahwa Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara, dikabarkan masuk dalam bursa figur eksternal atau “impor” untuk posisi Sekda Kota Malang definitif.
Pria yang akrab disapa Angga ini menjelaskan bahwa masuknya nama Made Arya Wedanthara dalam radar bursa pencalonan tidak lepas dari keterkaitan birokrasi masa lalu antara dirinya dan Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, saat keduanya masih berkarier di lingkungan Pemkab Malang.
Selain memiliki rekam jejak yang kuat di Pemkab Malang, Made sebelumnya juga sempat tercatat sebagai salah satu kandidat kuat calon Sekda Kabupaten Malang, meski akhirnya harus mundur akibat adanya agenda keluarga.
Dari segi usia, birokrat kelahiran 1969 ini dinilai telah memenuhi seluruh persyaratan formal untuk maju dalam bursa pencalonan jabatan pimpinan tinggi pratama eselon II.b atau I.b.
“Meskipun ada pandangan bahwa posisi saat ini di Bapenda Kabupaten Malang sudah cukup nyaman, semua tentu kembali pada arahan pimpinan tertinggi, yakni Bupati Malang. Made dikenal sebagai sosok yang tegak lurus dan tidak pernah membantah perintah pimpinan, sehingga peluang untuk maju tetap terbuka jika mendapat restu,” ujar Angga, saat dikonfirmasi, Selasa (11/8/2026).
Momen pelantikan Pj Sekda Kota Malang ini diinterpretasikan oleh sebagian kalangan sebagai sinyal adanya komunikasi atau lobby-lobby terselubung antara Wali Kota Malang dan Sekda Kabupaten Malang.
Tujuannya disinyalir untuk memuluskan jalan serta mendapatkan restu agar Made Arya Wedanthara dapat masuk dan berkarier di jajaran birokrasi Kota Malang, atau bahkan diproyeksikan untuk posisi Sekda definitif.
Kendati demikian, publik berharap proses seleksi jabatan Sekda definitif Kota Malang ke depan dapat menghasilkan figur terbaik dengan rekam jejak yang bersih dan mumpuni, minimal menyamai kinerja positif yang telah ditunjukkan oleh Pj Sekda Dandung Djulharjanto saat ini.






