DPRD Kota Malang Desak Pengamanan Gedung dan Penguatan Mental Pascarentetan Tragedi Mahasiswa UB

Dprd Kota Malang Desak Pengamanan Gedung Dan Penguatan Mental Pascarentetan Tragedi Mahasiswa Ub

Kota Malang, ZonaNusantara – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang mendesak adanya langkah antisipasi komprehensif dari pihak perguruan tinggi dan pemerintah daerah menyusul rentetan insiden darurat kesehatan mental yang melibatkan mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) dalam kurun waktu April 2025 hingga September 2026.

Desakan ini mengemuka menyusul insiden terbaru pada Kamis (10/9/2026), di mana seorang mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) UB berinisial RR (19) mengalami insiden jatuh dari lantai 6 Gedung Fakultas Bio Industri Pertanian dan Kehutanan.

Mahasiswa semester 3 asal Medan tersebut saat ini tengah mendapatkan penanganan medis secara intensif di ruang ICU RSUD Dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang.

Peristiwa tersebut menambah panjang daftar krisis psikologis di lingkungan civitas akademika UB. Berdasarkan rangkuman pemberitaan, rangkaian insiden serupa tercatat mulai dari April 2025, November 2025, Januari 2026, hingga Maret 2026.

Meski bukan data resmi dari universitas, rangkaian peristiwa ini menegaskan urgensi penanganan isu kesehatan mental secara serius.

Baca Juga :  IBU Malang Kerja sama dengan Moscow City University

Menyikapi fenomena tersebut, Anggota Komisi D DPRD Kota Malang sekaligus Ketua Fraksi PKS, H. Asmualik, S.T., menyatakan bahwa maraknya kasus tekanan psikologis di kalangan mahasiswa perantau di Kota Malang menuntut adanya aksi pencegahan yang sistematis.

“Bagi saya ini sudah cukup memprihatinkan dan mengkhawatirkan. Saya yakin yang mengalami tekanan serupa tidak hanya mereka yang sudah menjadi korban, tetapi masih ada potensi mahasiswa lain yang menghadapi kerentanan yang sama. Oleh karena itu, Kota Malang harus diupayakan menjadi kota yang membahagiakan bagi siapapun yang menempuh studi di sini,” ujar Asmualik, saat dikonfirmasi awak media, Jumat (11/9/2026).

Asmualik menegaskan, untuk menekan angka stres dan mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang, ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

Pengelola gedung tinggi di lingkungan kampus, khususnya UB, diimbau untuk menelaah kembali struktur bangunan dan meningkatkan standar keselamatan (safety) guna mempersempit akses yang berisiko disalahgunakan.

Baca Juga :  Trotoar Jalan Kartini Berubah Jadi Pasar, Ludi Tanarto Desak Penataan Segera

Selanjutnya, Perguruan tinggi diharapkan dapat menghidupkan dan memperkuat kembali kegiatan serta kajian keagamaan. Pemahaman spiritual yang baik diyakini mampu menjadi perisai mental untuk mereduksi tingkat stres mahasiswa.

Kemudian, Pemerintah daerah dan pihak kampus didorong untuk memperbaiki serta memperkuat fasilitas olahraga dan tempat rekreasi publik sebagai wadah penyaluran stres yang positif di tengah padatnya beban akademik.

Sinergi yang kuat antara institusi pendidikan tinggi dan Pemerintah Kota Malang dinilai menjadi kunci utama untuk mereduksi tingkat stres mahasiswa, sekaligus memastikan Kota Malang tetap menjadi lingkungan yang aman, suportif, dan ramah bagi seluruh pelajar perantau.

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts