Minggu Palma Jadi Momentum Edukasi Iman untuk Kaum Muda Katolik Kefamenanu

Minggu Palma Jadi Momentum Edukasi Iman Untuk Kaum Muda Katolik Kefamenanu

Kefamenanu,- Ribuan umat Katolik memadati halaman Klinik Santa Maria Nirmala hingga Gereja Santo Yohanes Pemandi Naesleu, Kabupaten Timor Tengah Utara, Minggu (13/4), dalam perayaan Hari Raya Minggu Palma.

Namun, di balik prosesi perarakan dan khidmatnya misa, perayaan ini juga menyimpan makna penting bagi pembinaan iman generasi muda Katolik di kota Kefamenanu.

Dengan mengenakan pakaian liturgi dan membawa daun palma, ratusan anak-anak dan remaja turut ambil bagian dalam setiap rangkaian acara. Mereka tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga terlibat aktif sebagai petugas liturgi, koor, hingga pengiring perarakan.

Romo Engel Nahak yang memimpin misa, secara khusus menekankan pentingnya pembinaan iman sejak dini.

“Minggu Palma bukan hanya seremoni, ini adalah kesempatan untuk memperkenalkan anak-anak dan kaum muda pada kisah sengsara dan cinta pengorbanan Yesus Kristus,” ujarnya saat homili.

Baca Juga :  Tim Asesor Provinsi Lakukan Akreditasi Perdana di SLBN Benpasi Kefamenanu

Ia menambahkan bahwa kisah Yesus yang dielu-elukan masuk ke Yerusalem, namun kemudian harus mengalami penderitaan, merupakan simbol dari kehidupan manusia yang penuh dinamika.

“Iman tidak selalu tentang kemenangan, tapi juga kesiapan menghadapi kesulitan dan setia sampai akhir,” kata Romo Engel.

Perayaan Minggu Palma di Kefamenanu dibuka dengan pemberkatan daun palma di halaman Klinik Santa Maria Nirmala.

Minggu Palma Jadi Momentum Edukasi Iman Untuk Kaum Muda Katolik Kefamenanu

Setelah itu, umat mengikuti prosesi perarakan sepanjang 300 meter menuju gereja sambil melantunkan lagu-lagu pujian yang dipandu oleh koor dari Lingkungan Ratu Pencinta Damai.

Bagi beberapa orang tua, prosesi ini menjadi sarana pendidikan karakter rohani bagi anak-anak mereka.

“Anak saya baru 9 tahun, ini pertama kalinya dia ikut perarakan. Saya ingin dia tahu kenapa kita merayakan Minggu Palma, bukan hanya ikut-ikutan,” kata Maria Elma, salah satu umat paroki yang hadir bersama keluarganya.

Baca Juga :  Masih Banyak Instansi Pemerintah Belum Miliki NKK

Umat juga diajak untuk merenungkan kisah sengsara Yesus Kristus lewat bacaan Injil Lukas. Momen ini menjadi ajakan agar setiap pribadi memaknai kembali pengorbanan Yesus, tidak hanya sebagai sejarah, melainkan inspirasi dalam kehidupan sehari-hari.

Romo Engel menutup misa dengan pesan reflektif. “Salib adalah simbol perjuangan, dan kebangkitan adalah janji kemenangan. Kita semua, termasuk kaum muda, dipanggil untuk hidup dalam semangat kebangkitan itu,” pungkasnya.

Dengan partisipasi lintas usia yang kuat, perayaan Minggu Palma di Kefamenanu tahun ini bukan hanya menjadi agenda tahunan gereja, tetapi juga ruang pewarisan nilai iman Katolik bagi generasi penerus.

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts