KEFAMENANU,- Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) mencatat sejarah sebagai daerah pertama di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang meluncurkan layanan panggilan darurat Call Center 112.
Langkah inovatif ini mendapat apresiasi tinggi dari Wakil Gubernur NTT, Irjen Pol (Purn) Drs. Jhoni Asadoma, yang menilai inisiatif tersebut sebagai terobosan penting dalam modernisasi pelayanan publik di wilayah tersebut.
Dalam acara peluncuran yang berlangsung di Kantor Bupati TTU, Wagub Jhoni menyampaikan bahwa kehadiran layanan 112 merupakan bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan respons terhadap situasi darurat.

Ia menekankan bahwa layanan ini tidak hanya memudahkan akses masyarakat terhadap bantuan, tetapi juga mencerminkan keberpihakan pemimpin terhadap kebutuhan warganya.
“Bupati Valen ini luar biasa karena setelah melihat kesulitan masyarakat TTU, ia langsung membangun koordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dan disambut dengan cepat sehingga hari ini kita bisa launching Call Center 112. Inilah bukti keberpihakan pemimpin terhadap masyarakat TTU,” ujar Wagub Jhoni.
Layanan Call Center 112 ini dirancang untuk bebas pulsa dan dapat diakses tanpa data seluler, sehingga menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk di daerah terpencil. Dengan adanya nomor tunggal ini, masyarakat tidak perlu lagi mengingat banyak nomor layanan darurat, karena semua kebutuhan darurat dapat ditangani melalui satu akses terpadu.
Pejabat dari Kementerian Komunikasi dan Digital, Agung Setyo Utomo, menyampaikan bahwa saat ini Indonesia mengarah kepada layanan panggilan darurat dan sudah ada 164 kabupaten/kota yang memiliki layanan ini, seperti yang ada di Amerika Serikat dengan layanan panggilan 911.

Ia menambahkan bahwa jika warga negara asing yang berada di TTU mengalami keadaan darurat dan memanggil 911, maka panggilan itu akan masuk ke 112 karena itu merupakan nomor standar ID internasional.
“Bupati TTU ini luar biasa karena telah ada Call Center 112 dan menjadi kabupaten ke-165 yang memiliki layanan ini. Komdigi RI juga siap memfasilitasi base transceiver station untuk menyediakan jaringan komunikasi karena TTU juga banyak wilayah yang masih mengalami ketiadaan sinyal sehingga prioritas Komdigi adalah pembangunan jaringan komunikasi di daerah 3T seperti TTU,” tutup Agung.
Dengan peluncuran layanan ini, TTU menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan publik dan keselamatan warganya, serta menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengadopsi teknologi untuk pelayanan masyarakat yang lebih baik.






