Kabupaten Malang – Bursa pemilihan Ketua Umum (Ketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Malang semakin memanas.
Pasalnya, salah satu kandidat dari Politisi senior Gerindra, Zia’ulhaq memastikan diri untuk maju dalam perebutan Ketum KONI Kabupaten Malang.
Kepastian itu setelah, Zia’ulhaq mendapat dukungan dari Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Malang, dan dideklarasikan oleh jajaran struktur pengurus.
Deklarasi itu dilangsungkan usai IPSI Kabupaten Malang melangsungkan Musyawarah Kabupaten (Muskab) yang mana politisi senior Gerindra, Zia’ulhaq yang digelar pada, Sabtu (31/1/2026) kemarin, yang mana Zia’ulhaq mendapat amanah untuk menjadi nahkoda baru IPSI Kabupaten Malang.
Zia sapaan akrabnya, terpilih menjadi Ketua IPSI Kabupaten Malang secara aklamasi. Setidaknya ada sebanyak 25 perguruan pencak silat anggota IPSI Kabupaten Malang yang telah bersepakat menunjuk Zia sebagai ketua yang baru.
Saat dikonfirmasi, Zia mengatakan, amanah yang diberikan kepadanya sebagai Ketua IPSI Kabupaten Malang bukan tugas yang mudah. Peningkatan prestasi tentu menjadi salah satu fokus utamanya selama menahkodai IPSI Kabupaten Malang.
“Kita diberi tugas untuk membersamai cabang olahraga (cabor), jadi bukan sekadar menjadi ketua saja. Ini tugas yang perlu diseriusi, prestasi tentu harus diutamakan,” ucapnya, Minggu (1/2/1016).
Sedangkan deklarasi dukungan kepadanya, lanjut Zia, merupakan hal lain yang tak dapat dicampuradukkan. Namun demikian, dirinya juga tidak menampik jika dukungan itu memang menjadi salah satu modal dalam rencananya pada pencalonan Ketua KONI Kabupaten Malang.
“Ini kan tugas yang beda, sementara saya baru dapat tugas menjadi Ketua IPSI Kabupaten Malang, manakala saya mendapat dukungan untuk maju sebagai Ketua KONI Kabupaten Malang, itu hal beda yang tidak bisa dikaitkan begitu saja,” jelas Zia.
Sebagai informasi, untuk maju dalam pencalonan Ketua KONI Kabupaten Malang, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh balal calon. Salah satunya harus mengantongi dukungan sebanyak dari sebanyak 20 induk cabor.
Hal tersebut mengacu pada pasal 11 Tata Tertib Musorkablub KONI Kabupaten Malang 2026. Itu artinya, untuk maju dalam pencalonan tersebut, seorang calon harus memiliki dukungan dari hampir sepertiga dari jumlah sebanyak 69 cabor.
“Jadi untuk maju itu kan memang bukan hanya mendapat dukungan dari satu cabor saja. Jadi masih panjang, yang jelas tugas yang saya dapat saat ini akan menjadi fokus yang utama saja,” pungkas Zia.






