Di Lerang, Durian Bukan Sekadar Buah, Tapi Nafkah

Di Lerang, Durian Bukan Sekadar Buah, Tapi Nafkah
Sedang menyemprot runput

BONE, Nama “Lerang” secara geografis lebih dekat Kecamatan Cina. Namun administrasi pemerintahan masuk Desa Matirowalio, Kecamatan Mare, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Dulu berupa hutan negara, kawasan ini beralih fungsi menjadi kebun warga sejak diizinkan mengelola lahan. Mayoritas memilih durian dan cengkeh sebagai komoditas utama.

Warga setempat, Risal, menuturkan hampir setiap petani menggabungkan dua tanaman itu dalam satu lahan. “Kalau punya 2 hektare, di dalamnya ada durian dan cengkeh. Rata-rata warga berharap pada dua tanaman itu,” ujarnya. Ia sendiri pindah dari kota demi berkebun cengkeh.

Satu petani bisa memiliki 200–300 pohon durian per hektare di luar pohon cengkeh. Pola panen berselang tiga bulan: durian puncak Maret; cengkeh musim petik sekitar Juli, dengan siklus panen yang bisa berulang tiap musim. Daun cengkeh pun bernilai jual.

Baca Juga :  AMP Diduga Tak Berizin Kuasai Overlay Jalan di Kabupaten Malang

Kisah lain datang dari Fales. Petani yang menggarap kebun sendiri sekaligus kebun orang lain seluas total sekitar 5 ha. Aktivitas hariannya dihabiskan di kebun—membawa parang, menyemprot hama, membersihkan rumput. Pada musim durian, ia turun subuh untuk memungut buah jatuh. “Kalau siang, bisa dimakan babi,” katanya.

Meski menggarap dua kebun sekaligus, Fales tak merasa terbebani. Pendaki gunung ini justru menikmatinya sebagai pilihan hidup. “Sudah terbiasa. Kadang saya ke kebun bersihkan rumput, lalu pulang istirahat,” ujarnya.

Setelah tamat sekolah, Fales sempat merantau ke Kalimantan dan Sulawesi Tenggara; kini ia pulang merawat kebun warisan keluarga sebagai ladang pencarian nafkah.

Di Lerang, Durian Bukan Sekadar Buah, Tapi Nafkah
Asyiknya Menikmati Durian Di Waktu Malam

Satu hal yang membuatnya terkesan: pemilik kebun seluas kurang lebih 5 ha, seorang mantan pejabat di Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub—mempersilakan Fales membawa pulang durian saat musim panen. “Jarang ada orang seperti ini. Biasanya pejabat jual semua hasil panen cari untung. Bos saya ini justru senang bila kebunnya bermanfaat buat orang lain,” ujarnya seraya menambahkan dari usahanya sebagai petani cengkeh hasilnya untuk pendidikan anak-anaknya.

Baca Juga :  Kembangkan Jurnalisme Kritis di Era Digital, Rumah Baca RUMI Gaet Pelajar Bone

Dari bekas hutan, Lerang kini dikenal sebagai perkebunan durian-cengkeh yang menyambung hidup petani sekaligus menumbuhkan cerita-cerita gotong royong di lereng Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts