Diduga Dikerjakan Asal-Asalan, Proyek Infrastruktur Pasar Gadang Malang Menuai Sorotan Tajam

Diduga Dikerjakan Asal-Asalan, Proyek Infrastruktur Pasar Gadang Malang Menuai Sorotan Tajam

Kota Malang, ZonaNusantara – Proyek rehabilitasi infrastruktur di kawasan ekonomi strategis Pasar Gadang, Kota Malang, menuai sorotan tajam dari publik.

Proyek fisik yang menelan anggaran fantastis mencapai Rp14,9 miliar dari sumber Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN Tahun Anggaran 2026 ini diduga dikerjakan secara asal-asalan dan minim pengawasan serius dari Pemerintah Kota Malang.

Pemerhati Tata Pemerintahan Malang Raya, Awangga Wisnuwardhana mengatakan, dugaan tersebut terlihat jelas di lokasi proyek, di mana hasil pengecoran jalan dilaporkan sudah mengalami pecah dan rusak meskipun usianya belum genap satu minggu.

Padahal berdasarkan dokumen perencanaan teknik bernomor gambar 01 yang dirancang oleh Tenaga Ahli Sipil dan diperiksa oleh Team Leader penanganan utama, proyek ini sebenarnya hanya membentang sepanjang 574 meter (STA 0+000 hingga STA 0+574).

Baca Juga :  Kunjungi Masyarakat Anggota DPRD Menerima Pengaduan Jaringan Telkomsel

“Bedasarkan dokumen DED, secara struktural, pendekatan teknis yang diambil memadukan lapis aspal Asphalt Concrete – Wearing Course (AC-WC) setebal 5 cm dengan rekonstruksi berat menggunakan perkerasan beton semen berkuat tarik lentur setebal 20 cm,” ucap pria yang akrab disapa Angga ini, Selasa (22/9/2026).

Menurut Angga, struktur tersebut turut didukung lapisan beton kurus setebal 10 cm serta lapis fondasi agregat Kelas A setebal 25 cm yang diklaim menjanjikan daya dukung tinggi.

“Kenyataan dilapangan diduga tidak sesuai dokumen itu, yang mana pekerjaan galian dilakukan dengan menggunakan Cold Milling Machine (CMM) secara menyeluruh,” tegasnya.

Untuk itu, Angga meminta Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang untuk lebih serius dalam melakukan pengawasan.

Baca Juga :  CV Maju Bersama Akan Tempuh Jalur Hukum Jika Sanggah Banding di Tolak

“Dengan metode pengerjaan di lapangan, dikhawatirkan dapat mempercepat potensi kerusakan dini di jalur itu, proyek ini cakupannya tergolong ‘tanggung’ jika dikomparasikan dengan beban lalu lintas harian yang sangat padat di kawasan itu,” tukasnya.

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts