Kota Malang, ZonaNusantara – Markas Komando Distrik Militer (Makodim) 0833/Kota Malang dipadati antusiasme ribuan warga yang memeriahkan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI.
Kegiatan bazar UMKM dan pasar murah ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni pada 22 hingga 23 September 2026.
Pelaksanaan kegiatan di Malang ini terhubung secara interaktif dengan pusat perayaan di Mapen TNI Cilacap yang dipimpin oleh Kaster dan Ketua Umum Dharma Pertiwi.
Komandan Korem (Danrem) 083/Bdj, Kolonel Inf. Wahyu Ramadhanus Suryawan, menyampaikan bahwa perayaan di wilayah Korem Malang melibatkan 220 stan dengan partisipasi hampir 3.000 orang, mencakup jajaran Kodim 0833/Kota Malang, Kabupaten Malang, hingga Kota Batu.
“Kehadiran UMKM, baik binaan Korem maupun Kodim jajaran, diharapkan dapat memberikan stimulan bagi pelaku usaha untuk terus berlanjut demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Danrem Wahyu.
Selain mendongkrak sektor UMKM, lanjut Wahyu, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penyediaan paket sembako murah bagi masyarakat.
“Ini sebagai upaya untuk memberikan stabilitas harga sekaligus membantu meningkatkan kesejahteraan warga agar dapat menjangkau kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” tegasnya.
Hal senada disampaikan oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, yang turut mendampingi peninjauan lapangan.
Menurut Wahyu Hidayat, pasar murah yang diselenggarakan oleh jajaran TNI ini sangat membantu pemerintah daerah dalam mengatasi fluktuasi harga dan ketersediaan bahan pokok di pasaran yang sempat mengalami kelangkaan.
“Pasar murah ini sangat membantu kita karena harganya sangat terjangkau. Mudah-mudahan ini dapat mempengaruhi keterjangkauan harga dan ketersediaan bahan pokok yang selama ini sempat langka, meskipun saat ini harga beras sudah mulai berangsur-angsur normal,” ungkap Wahyu Hidayat.
Untuk memastikan ketersediaan komoditas beras, pasokan didatangkan langsung dari program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Perum Bulog.
Guna pemerataan distribusi kepada masyarakat luas, pihak pengelola juga memberlakukan mekanisme pembatasan pembelian untuk setiap warga yang ingin mendapatkan beras SPHP tersebut.






