Kota Malang, ZonaNusantara – Langkah konkret menjaga identitas dan tradisi daerah di tengah arus modernisasi terus digaungkan di Kota Malang.
Melalui Deklarasi Pelestarian Budaya Lokal, berbagai pihak menyatakan komitmen bersama untuk merawat seni dan kearifan lokal sebagai fondasi utama dalam membangun kemajuan peradaban.
Anggota Komisi D DPRD Kota Malang, Ginanjar Yoni Wardoyo, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif yang digagas oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya (FISIP UB) tersebut.
Menurut Ginanjar, kegiatan ini merupakan terobosan penting yang berhasil menyinergikan Pemerintah Kota Malang, institusi perguruan tinggi, dan elemen masyarakat.
“Peradaban hanya bisa lahir dari masyarakat yang berbudaya, dan masyarakat yang berbudaya itu tercipta melalui komunikasi dengan bahasa-bahasa kearifan lokal. Apa yang dilakukan kampus UB dengan merangkul warga Ketawanggede ini menjadi pijakan kuat untuk menciptakan loncatan peradaban,” ujar Ginanjar saat ditemui di lokasi acara, Sabtu (7/11/2026).
Ginanjar menjelaskan bahwa peningkatan peradaban ini selaras dengan upaya menaikkan taraf kehidupan masyarakat di sekitar kawasan kampus.
Deklarasi ini diharapkan menjadi fondasi kolaborasi yang lebih intensif dan inklusif antara sivitas akademika dan masyarakat setempat melalui program Kampung Lingkar Kampus.
Lebih lanjut, implementasi dari sinergi ini akan difokuskan pada penguatan wilayah sekitar, termasuk pemberdayaan UMKM dan pembangunan lingkungan di Kelurahan Ketawanggede.
Ginanjar menegaskan bahwa UB beserta alumni dan para alumninya memiliki ikatan emosional dan tanggung jawab sosial terhadap lingkungan tempat mereka tumbuh.
“Para pelaku dan alumni UB telah menerima banyak hal dari kampus, pemerintah kota, hingga warga sekitar. Sudah saatnya UB memberi kembali (giving back), tidak hanya untuk skala nasional tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan terdekatnya,” tegasnya.
Meski kegiatan deklarasi ini mengusung cakupan Malang Raya hingga tingkat nasional, keberadaan UB di Kota Malang dinilai tetap berakar kuat pada pemberdayaan lokal.
Melalui keterlibatan aktif masyarakat Ketawanggede, sinergi ini diharapkan dapat menjadi rujukan pemajuan kebudayaan dan kesejahteraan berbasis kemitraan kampus dan warga.






