Dinsos P3AP2KB Kota Malang Ajak Jurnalis Wujudkan KLA

Dinsos P3Ap2Kb Kota Malang Ajak Jurnalis Wujudkan Kla

Kota Malang – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kota Malang mengajak para Jurnalis untuk mewujudkan Kota Layak Anak (KLA).

Ajakan tersebut dikemas dengan menggelar kegiatan Penguatan Jurnalis Ramah Anak, yang diikuti sebanyak 40 jurnalis dari media cetak, elektronik, dan media daring di wilayah Kota Malang, Rabu (11/2/2026).

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Timur, Royin Fauziana, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya, Cahyono, dan Ketua Fraksi PKS Kota Malang yang juga anggota Dewan Kota Malang Asmualik.

Diawal kegiatan, Sekretaris Dinsos P3AP2KB Kota Malang, Kenprabandari Aprilia B., menyampaikan bahwa media memiliki peran strategis dalam membentuk opini publik sekaligus mengedukasi masyarakat terkait isu perlindungan anak.

“Media bukan hanya penyampai informasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan setiap pemberitaan yang melibatkan anak mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak. Identitas anak harus dilindungi dan narasi yang dibangun tidak boleh menimbulkan stigma,” ucap wanita yang akrab disapa Niken ini.

Niken menambahkan, kegiatan ini merupakan langkah konkret Pemerintah Kota Malang dalam memperkuat kolaborasi dengan insan pers guna menciptakan ekosistem informasi yang aman dan ramah anak.

Baca Juga :  Kapolda Sulsel dan Kapolres Enrekang Tandatangan Pakta Integritas

“Kami berharap melalui kegiatan ini terbangun komitmen bersama antara pemerintah daerah dan media untuk menghadirkan pemberitaan yang edukatif, berimbang, serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal,” tegasnya.

Sementara, Ketua Fraksi PKS Kota Malang yang juga anggota Dewan Kota Malang Asmualik mengatakan, bahwa masyarakat membutuhkan pers untuk menyiapkan konten yang layak anak, guna menghindari dan meminimalisir hal buruk yang jadi perbincangan saat ini, yakni maraknya kasus mahasiswa bunuh diri di Kota Malang.

“Jadi peran media dalam hal ini insan pers sangat penting, agar juga turut mengkampanyekan kesehatan mental di kalangan anak muda,” katanya.

Dalam kesempatan ini, Ketua PWI Malang Raya Ir Cahyono menyampaikan, bahwa materi Uji Kompetensi Wartawan (UKW) salah satunya mengenai pemberitaan ramah anak. Wartawan anggota PWI Malang Raya sendiri hampir 60 % telah lulus uji kompetensi.

“Teman-teman wartawan disini sudah profesional, artinya sudah mengikuti UKW, jadi saya mengingatkan kembali tentang pentingnya produk jurnalis yang melindungi hak anak,” jelasnya.

“Jadi, sosialisasi seperti sangat perlu, agar menjadi wartawan yang profesional perlu memahami kode etik jurnalistik atau KEJ,” tuturnya.

Baca Juga :  Peringati HPN dan Hari Air Dunia, PWI Malang Raya Program Penghijauan Sumber Mata Air

Di sisi lain, Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jatim Royin Fauziana MSi yang hadir dalam kesempatan ini menyampaikan tentang pentingnya mewujudkan siaran ramah anak.

Ia menguraikan mengenai peran KPI dalam mengawasi konten ramah anak di media. Ia pun menjabarkan mengenai pedoman Perilaku Penyiaran P3 dan standar program siaran.

“Mirisnya di RSJ Menur banyak anak mengalami gangguan psikologi karena kecanduan Smartphone dan Pornografi, kata Royin.

Royin menghimbau kepada seluruh wartawan untuk menciptakan ruang yang sehat bagi anak. Yakni dengan memberi perlindungan pada kelompok rentan.

“Saya berharap keterlibatan insan pers dalam menciptakan produk siaran yang dapat menyehatkan mental dan motorik anak,” harapnya.

Royin juga mengingatkan mengenai larangan menjadi anak sebagai narasumber berita. Terutama pemberitaan tentang kematian, perceraian, perselingkuhan orang tua dan keluarga. Serta kekerasan, konflik, dan bencana yang menimbulkan dampak traumatik.

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts