Dukungan Terus Mengalir, Jalan Tembus Griya Shanta Permudah Akses Siswa ke Sekolah

Dukungan Terus Mengalir, Jalan Tembus Griya Shanta Permudah Akses Siswa Ke Sekolah

Kota Malang – Polemik rencana pembangunan jalan tembus Griya Shanta-Candi Panggung, Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, terus berlanjut.

Terlebih, warga sekitar ikut mendukung rencana pembangunan jalan tembus yang akan melintas di dua wilayah RW di Kelurahan Mojolangu.

Salah satu warga RW 9, Bambang Siswanto mengaku bahwa dibangunnya jalan tembus itu akan memberikan dampak positif bagi akses warga, salah satunya para siswa SMP Negeri 18 Malang.

“Sebagai warga kami setuju-setuju saja, karena banyak yang mengeluh macet. Jalan kami dulu dilalui angkot, tapi sekarang enggak. Jadi kalau ada jalan alternatif, kemacetan bisa berkurang,” katanya, saat dikonfirmasi awak media, Senin (3/11/2025).

Menurut Bambang, keberadaan jalan baru tersebut akan menjadi solusi bagi siswa yang bersekolah di SMP Negeri 18 Malang. Selama ini, banyak anak dari kawasan Simpang Candi Panggung hingga Vinolia dan Tunggulwulung harus memutar cukup jauh untuk menuju sekolah.

Baca Juga :  Indonesia Pasti Bisa dan Anak Bangsa Peduli Bantu Wujudkan Desa Herd Immunity

Sebagai informasi, SMP Negeri 18 Kota Malang sendiri berada di dalam kawasan Perumahan Griya Shanta. Untuk menuju kesana, tak sedikit para orang tua yang harus memutar melintas di Jalan Soekarno Hatta.

“Siswa biasanya muter. Kalau yang jalan kaki, lewat sebelah simpang Candi Panggung. Lumayan jauh. Kalau enggak macet bisa 15 menit, tapi kalau macet bisa sampai satu jam,” jelasnya.

Bambang menilai, jika proyek jalan tembus terealisasi, tidak hanya akses pendidikan yang lebih mudah, tapi juga berdampak positif pada perekonomian warga sekitar.

“Malang ini kan banyak pendatang, banyak anak kos juga di wilayah kami. Kalau jalan ini jadi, akses belajar makin cepat, usaha warga juga lebih lancar,” tegasnya.

Sementara, Juniadi salah satu warga lainnya, mengaku bahwa jalan tembus itu dinilai menjadi salah satu alternatif solusi dalam mengurai kemacetan di Kalan Candi Panggung dan Jalan Simpang Candi Panggung.

Baca Juga :  Bupati Bone Beri Semangat kepada Calon Paskibraka: Kalian adalah Putra-Putri Terbaik Kabupaten Bone!

Sebab menurutnya, kemacetan di ruas jalan tersebut sudah tak dapat dihindari. terutama pada jam-jam sibuk, seperti saat pagi atau sore. Termasuk saat weekend, dimana kemacetan bisa terjadi sepanjang hari.

“Weekend kemarin macetnya sampai jam 12 malam,” katanya.

Kondisi tersebut dirasa cukup meresahkan warga. Sebab tentunya, aktivitas lalu-lintas yang padat dinilai cukup berbahaya bagi lingkungan dengan pemukiman yang padat penduduk.

“Ya kan banyak anak-anak juga. Kalau jalannya ramai kan bahaya, makanya jalan tembus ini kemungkinan bisa menjadi solusi,” tukasnya.

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts