Edukasi Lingkungan, Kacabdis Wilayah III Bone dan DLH Bone Sepakati Kemitraan Pengelolaan Sampah

Edukasi Lingkungan, Kacabdis Wilayah Iii Bone Dan Dlh Bone Sepakati Kemitraan Pengelolaan Sampah

Edukasi Lingkungan, Kacabdis Wilayah Iii Bone Dan Dlh Bone Sepakati Kemitraan Pengelolaan Sampah

BONE–Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Bone dengan Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bone tentang kemitraan sampah/” title=”TPA Supit Urang Jadi Referensi Pengelolaan Sampah”>pengelolaan sampah resmi digelar pada Jumat, 4 Juli 2025, bertempat di Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bone.

Momen penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) ini dilakukan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Bone, Muhadisa, SS, bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bone. Turut hadir mendampingi, Kasi Pembinaan SMA Dr. H. Shabiel Zakaria, S.Pd., M.Pd., serta para kepala sekolah SMA/SMK Negeri se-Kabupaten Bone.

Plt. Kacabdis Wilayah III Bone Muhadisa, SS, menyambut antusias kemitraan ini sebagai langkah nyata edukasi dan pembiasaan budaya peduli lingkungan bagi para siswa.

“Kerja sama ini adalah bentuk kepedulian bersama untuk mendidik generasi muda. Jadi selain sekolah bersih, siswa juga belajar bahwa sampah yang dikelola dengan baik bisa membawa berkah karena memiliki nilai ekonomis,” ungkap Muhadisa.

Dalam kerja sama ini, sekolah-sekolah di bawah naungan Kacabdis Wilayah III Bone akan didorong aktif dalam program pengelolaan sampah yang terpadu, mulai dari memilah, mendaur ulang, hingga memanfaatkan sampah sebagai sumber pendapatan tambahan bagi sekolah.

Semangat kolaborasi ini diharapkan mampu menjadi contoh praktik baik pengelolaan sampah di lingkungan pendidikan, sekaligus mendukung program Bone Bersih yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Bone.

Baca Juga :  Hadiri Pelantikan PKD se Kecamatan Tanete Riattang, Alwi: Pengawasan Maksimal dan Sinergitas Kunci Sukses Pemilu 2024

Penandatanganan diakhiri dengan diskusi singkat bersama para kepala sekolah untuk merumuskan langkah teknis pelaksanaan di masing-masing satuan pendidikan. Dengan demikian, diharapkan para siswa tidak hanya menjadi penerima ilmu pengetahuan di kelas, tetapi juga agen perubahan dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di sekitarnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bone, Dray Vibrianto, S.IP., M.Si, menegaskan pentingnya pengelolaan sampah sebagai tanggung jawab bersama yang dilindungi Undang-Undang. Hal tersebut diungkapkan Dray Vibrianto dalam acara penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Bone dengan DLH Kabupaten Bone tentang Kemitraan Pengelolaan Sampah, yang berlangsung di Kantor DLH Bone

“Kenapa penanganan sampah ini menjadi penting? Ini adalah amanah UU. Siapa yang memiliki sampah harus bertanggung jawab dengan cara mengelolanya melalui Bank Sampah. Ini ada sanksinya. Agama pun mengajarkan kebersihan sebagian dari iman. Tapi konsep bersih kita selama ini hanya di rumah. Sampah diselokan, dibuang di pinggir jalan ini penzaliman yang harus kita luruskan,” tegas Dray.

Ia menyoroti dampak serius penanganan sampah yang buruk, mulai dari pencemaran sungai, air tanah, hingga munculnya berbagai penyakit baru akibat air yang tercemar.

“Manfaat Bank Sampah sangat banyak, apalagi jika diterapkan di sekolah dan dituangkan ke dalam kurikulum. Kalau dikelola dengan baik, bisa menunjang kebutuhan sekolah. Anak-anak yang paham tentang sampah akan menjadi modal besar, karena merekalah yang kelak menggantikan kita,” ujarnya.

Baca Juga :  Aksi Baksos 3000 Kantong Sampah, Kadis DLH Bone Dorong Perubahan Mindset Masyarakat: Sampah Bisa Jadi Sumber Penghasilan Jika Dikelola dengan Benar

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bone itu juga mengapresiasi komitmen dunia pendidikan dalam membentuk generasi muda yang peduli kebersihan dan lingkungan.

Senada dengan itu, Kasi Pembinaan SMA Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Bone, Dr. H. Shabiel Zakaria, M.Pd., menegaskan bahwa cita-cita pengelolaan sampah di sekolah perlu dukungan nyata semua pihak.

“Kalau bicara Bank Sampah, berarti harus ada ‘Direktur Sampah’-nya di sekolah. Akan ada grup khusus sebagai ruang sharing ide. Bahkan nanti di Cabdis akan ada Bank Sampah sendiri. Karung juga kita siapkan. Debiturnya para kepala sekolah, guru, dan siswa. Jadi setiap datang ke Cabdis, bawalah sampah plastik,” kata Shabiel.

Dengan kerja sama lintas instansi ini, diharapkan pengelolaan sampah di Kabupaten Bone bukan hanya menjadi slogan, tetapi tumbuh menjadi gerakan bersama yang dimulai dari sekolah, rumah, dan masyarakat luas. Dari sampah, kebersihan tercipta; dari kebersihan, berkah pun diraih. (*)

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts