KEFAMENANU, NTT – Insiden pembakaran pohon Natal di pertigaan Dalehi, Kelurahan Maubeli, Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) menarik perhatian tokoh masyarakat setempat.
Peristiwa yang terjadi pada dini hari Senin (22/12/2025) ini kini tengah ditangani oleh pihak kepolisian, sekaligus mengundang kritik dan dukungan terhadap penegakan hukum dari berbagai pihak.
Komandan Resimen Mahasiswa Mahadana Nusa Tenggara Timur (NTT) sekaligus Ketua DPP IARMI NTT, Fahmi H. Abdullahi, SE, menyampaikan keprihatinan dan mengecam keras tindakan pembakaran yang diduga dilakukan oleh dua provokator tersebut.
Menurutnya, aksi tersebut merupakan perbuatan sangat provokatif dan berpotensi mengganggu kerukunan antarumat beragama serta ketenteraman masyarakat di TTU.

Fahmi menegaskan bahwa dirinya dan organisasi yang dipimpinnya mendukung penuh langkah kepolisian untuk mengungkap kasus ini secara tuntas.
Ia percaya bahwa aparat kepolisian memiliki kemampuan serta metode ilmiah melalui pendekatan scientific crime investigation untuk mengungkap pelaku dan motif di balik kejadian.
Tokoh muda ini juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi, serta tidak menyebarkan asumsi atau narasi yang dapat memperburuk suasana.
Ia mengajak masyarakat untuk sepenuhnya menyerahkan proses hukum kepada aparat berwenang.
Berdasarkan rekaman video yang beredar, Fahmi menilai aksi tersebut diduga dilakukan secara sengaja dan terencana, sehingga menurutnya penting untuk diusut secara serius demi menjaga stabilitas keamanan dan keharmonisan sosial di daerah ini.
Lebih lanjut, Fahmi mengajak seluruh elemen masyarakat termasuk pemuda, tokoh agama, dan warga TTU untuk bersatu dan bekerja sama dalam menjaga daerah dari upaya pihak yang ingin merusak persatuan serta kedamaian yang telah terjalin selama ini.

Pernyataan Fahmi itu disampaikan saat acara penyerahan surat keputusan Wakil Komandan Resimen Mahadana NTT kepada perwira TNI yang berasal dari Kopasus, Kapten Inf Donatus, di Markas Skomen Mahadana NTT.
Ia juga menegaskan komitmen organisasi yang dipimpinnya untuk terus berperan aktif menjaga persatuan, toleransi, dan stabilitas keamanan sebagai bagian dari komponen pendukung pertahanan negara.
Sementara itu, pihak kepolisian Resor TTU hingga kini masih melakukan penyelidikan awal dengan mengumpulkan data, keterangan saksi, serta rekaman CCTV untuk mengungkap lebih jauh identitas pelaku dan kronologi kejadian.
Kepolisian juga memperkuat koordinasi dengan tokoh lintas agama guna menjaga suasana tetap kondusif menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.






