BONE– Komitmen Pemerintah Kabupaten Bone dalam memperkuat sektor pertanian dan ketahanan pangan kembali ditunjukkan melalui penyerahan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) Program Brigade Pangan Oplah Rawa Tahun 2024–2025. Penyerahan bantuan strategis tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM, sebagai wujud dukungan nyata terhadap petani dan penguatan produksi pangan daerah.
Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Komisi II DPRD Bone Andi Muh. Idris Rahman, perwakilan unsur Forkopimda, serta jajaran Tripika kecamatan penerima manfaat. Suasana penyerahan berlangsung penuh antusias, menandai sinergi kuat antara pemerintah daerah, legislatif, dan para pelaku utama sektor pertanian.
Plt. Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Bone, Nurdin, SP., M.Si, menjelaskan bahwa penyerahan alsintan ini merupakan bagian dari Program Strategis Nasional Brigade Pangan, sebagaimana arahan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian, khususnya Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP).
“Program ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mempercepat peningkatan produksi komoditas pangan strategis. Brigade Pangan dibentuk sebagai kelembagaan petani yang profesional, mandiri, dan berorientasi usaha,” jelas Nurdin.
Menurutnya, Brigade Pangan berperan sebagai pengelola alsintan, pendukung kegiatan budidaya, serta penggerak efisiensi usaha tani di tingkat lapangan. Oleh karena itu, alsintan yang diserahkan bukan sekadar bantuan, melainkan instrumen kerja untuk meningkatkan indeks pertanaman, menekan biaya produksi, serta mempercepat waktu tanam dan panen.
Adapun alsintan yang diserahkan pada kesempatan tersebut meliputi 30 unit combine harvester, 7 unit traktor roda empat, 4 unit drone, 31 unit traktor roda dua, 26 unit transplanter, 12 unit pompa air 6 inci, serta 24 unit crawler.
Bantuan ini diperuntukkan bagi Brigade Pangan di sejumlah kecamatan, yakni Dua Boccoe, Ajangale, Tellu Siattinge, Awangpone, dan Cenrana, yang merupakan kawasan potensial pengembangan pertanian, khususnya lahan rawa.
Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman menegaskan agar alsintan yang diterima dapat dikelola secara profesional dan bertanggung jawab. “Saya menegaskan kepada Brigade Pangan sebagai penerima manfaat agar alsintan ini dimanfaatkan secara maksimal, dijaga, dirawat, dan dikelola secara tertib administrasi, transparan, serta berkelanjutan,” tegasnya.
Ia juga berharap peran aktif penyuluh pertanian dan pemerintah kecamatan dalam melakukan pendampingan, pembinaan, serta pengawasan agar pelaksanaan Program Brigade Pangan di lokasi Oplah Rawa berjalan optimal dan sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat.
Melalui dukungan alsintan ini, Kabupaten Bone sebagai salah satu lumbung pangan di Sulawesi Selatan diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan, memperkuat cadangan pangan daerah, sekaligus berkontribusi nyata dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.
Bupati Bone juga mengungkapkan bahwa total alokasi anggaran bantuan pertanian yang masuk ke Kabupaten Bone mencapai Rp43 miliar. Bantuan tersebut tidak hanya berupa alsintan, tetapi juga mencakup bantuan keuangan, benih jagung, benih padi, serta berbagai program pendukung lainnya.
“Saat ini luas panen kita mencapai 120.000 hektare. Pertanian adalah fondasi pembangunan daerah,” ujar Bupati.
Ia menegaskan bahwa bantuan alsintan tidak boleh diperjualbelikan, melainkan harus dikelola secara bertanggung jawab oleh kelompok tani.
“Boleh disewakan berdasarkan kesepakatan kelompok, tapi tidak boleh dijual. Kerja harus secara berkelompok, jangan sendiri-sendiri. Kita ingin membangun brigade pertanian untuk meningkatkan produksi,” tegasnya.
Bupati juga menanamkan semangat kerja keras dan kebersamaan kepada para petani. “Jangan takut kotor. Gunakan bantuan ini sebaik-baiknya. Tahun depan kita akan berupaya lagi. Yang penting, perbanyak bersyukur dan terus bekerja,” pungkasnya.
Dengan hadirnya bantuan alsintan terbesar ini, Kabupaten Bone optimistis mampu melangkah lebih jauh sebagai salah satu lumbung pangan utama di Sulawesi Selatan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.
Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bone, Andi Muh. Idris Alang, menyebut bantuan tersebut sebagai “Lailatul Qadar bagi pertanian Bone”. Ungkapan itu bukan tanpa alasan. Selama lebih dari 20 tahun bermitra dengan sektor pertanian, baru kali ini Kabupaten Bone menerima bantuan alsintan dalam skala yang begitu besar.
“Hari ini saya katakan, ini seperti Lailatul Qadar. Inilah bantuan alsintan terbesar yang pernah kita terima. Satu unit combine saja harganya bisa mencapai Rp600 juta,” ungkapnya penuh syukur.
Menurut Idris Alang, kehadiran alsintan modern ini menjadi jawaban atas persoalan klasik yang selama ini dihadapi petani, khususnya kehilangan hasil panen akibat keterlambatan panen.
“Jangan lagi ada padi busuk di sawah karena tidak dipanen. Sekarang sudah ada bantuan alsintan, tinggal bagaimana kita memanfaatkannya dengan baik,” tegasnya.
Sebagai wakil rakyat, ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Menteri Pertanian RI, Gubernur Sulawesi Selatan, dan Bupati Bone atas perhatian besar terhadap sektor pertanian daerah. (*)






