
MALANG,- Pendirian tenda darurat untuk dijadikan sebagai hunian sementara (huntara) bagi korban gempa di Dusun Krajan Desa Majangtengah Dampit diprediksi hanya untuk tujuh bulan ke depan.
Pengendali Posko Relawan Dusun Krajan, Suliyono mengatakan pembangunan hunian sementara khusus warga yang terdampak untuk jangka waktu tujuh bulan. Karena itu ia meminta pelaksanaan pembangunan hunian tersebut tidak asal jadi.
“Meski hanya digunakan untuk sementara, pendirian huntara ini tidak boleh dilakukan asal-asalan, kita kekurangan personel,” ucap Pengendali Posko Relawan Dusun Krajan Desa Majangtengah Dampit, Suliyono, Senin (19/4).
Suliyono, menjelaskan hunian sementara tersebut sesuai mekanisme. Di mana lanjut dia, hunian itu hanya untuk jangka waktu tujuh bulan hingga ada bantuan lanjutan dari pemerintah.
“Pendirian huntara itu harus bisa di gunakan hingga ada kepastian pendistribusian bantuan dari pemerintah,” jelasnya.
Dikatakan saat baru di wilayah Krangan baru dibangun dua unit dengan prediksi anggaran setiap unit hunian sementara Rp 500 ribu. Rinciannya, terdiri dari tiang penyangga dan terpal.
Pekerjaannya pun aku Suliyono terkendala personil. Relawan dan TNI/Polri masih ada kesibukan masing – masing.
Dusun Krajan Desa Majangtengah, Dampit, terdampat 453 bangunan rumah yang rusak akibat gempa yang terjadi awal April.






