Oleh Yosef N- Jakarta
Kebaikan adalah benih yang ditanam di hati, tumbuh menjadi pohon besar yang memberi naungan bagi semua.
Hanya sedikit orang yang mampu melakukan kebaikan. Tampaknya sederhana, tapi tidak semua orang melakukannya. Andi Nizar Alfaidzin Abbas, SH, adalah salah satu contohnya. Pemuda lajang asal Bone, Sulawesi Selatan ini membuktikan bahwa berbuat baik tidak mesti menunggu kaya
Di usia muda, Andi Nizar sudah memiliki jiwa sosial yang tinggi. Ia peduli dengan orang tidak mampu, perbuatan baik yang dilakukannya menjadi cahaya kecil di tengah redupnya kepekaan sosial saat ini. Rumah Singgah Gratis dan Madrasah gratis, Masjid adalah contoh nyata kepeduliannya. Andi Nizar yang berprofesi sebagai Jaksa (Pidana Khusus) Kejaksaan Negeri Makassar, membuktikan bahwa dengan niat yang tulus, kita bisa menolong orang lain yang hidupnya jauh dari kata sejahtera.
Hibahkan 20 Persen hartanya bagi sesama
Menurut Andi Nizar, tahun 2026, semua omset dari pendapatan yang diperoleh dari beberapa usahanya akan disumbangkan sebesar 20 persen. Tujuannya untuk membiayai rumah singgah gratis, pendidikan (Madrasah) serta biaya pemeliharaan Masjid. “Semua butuh biaya. Karena itu seluruh pendapatan dari unit bisnis yang ada akan dipotong sebesar 20 persen,” ungkapnya saat grand opening Rumah Singgah Gratis dan NSR Apparel.
Andi Nizar merupakan owner dari NSR grup yang mengelola sejumlah unit bisnis beromset besar. Salah satu di antara unit bisnis tersebut yakni NSR Marine. Perusahaan yang bergerak di bidang perkapalan.
Dengan hibah ini, NSR Grup bisa makin banyak membantu orang kurang mampu, serta membiayai kegiatan sosial lainnya bisa terus berjalan.
Apa yang dilakukan Andi Nizar merupakan contoh nyata kepedulian dan kebaikan yang inspiratif. Perbuatan baik akan kembali pada orang yang melakukannya. Semesta tidak pernah memberikan kebaikan yang kita lakukan kepada orang lain. Cara kerja semesta selalu indah pada waktunya. Tidak seorang pun memetik dari ladang orang lain. Apa yang kita tanam itulah yang kita petik.






