KEFAMENANU,- Ketua TP PKK Kabupaten TTU, Andina Winantuningtyas, menekankan bahwa menjaga kebersihan bukan semata tanggung jawab perempuan, tapi kewajiban seluruh anggota keluarga, remaja, ibu-ibu, lansia, hingga bapak-bapak.
Andina mengingatkan pentingnya kebersihan setelah aktivitas seksual, terutama bagi laki-laki.
“Jangan anggap remeh hal-hal simpel di situlah bibit‑bibit penyakit itu timbul,” ujarnya, sebagai respons atas sosialisasi mengenai penyebab, dampak, dan pencegahan pencegahan kanker Serviks dan Kanker Payudara.
Meski HPV dan perilaku seksual sering dikaitkan, Andina menegaskan, kanker serviks juga dapat dipicu oleh buruknya kebersihan pribadi apapun latar belakangnya.
“Ini bukan melulu dengan seksualitas.” Semua perlu menjaga kebersihan agar menjadi “agen sumber kesehatan” bagi keluarga,”tandasnya, Rabu (11/6).
Selain menjaga fisik, ia mengimbau remaja dan pasangan belum menikah untuk menahan diri dari hubungan seksual. Menurutnya, menjaga kebersihan dan moral berjalan beriringan dalam pencegahan kanker.
Andina menjelaskan bahwa TP PKK TTU telah memformalkan kegiatan sosialisasi isu seksual dalam struktur Pokja 1. Lebih jauh, mereka akan bekerja sama dengan Puskesmas untuk Pap smear dan pemeriksaan kebersihan, mengingat minimnya akses di desa berbeda dengan kota besar dengan pemeriksaan rutin setiap enam bulan.
Dengan pendekatan ini, Andina Winantuningtyas tidak hanya menyampaikan pesan kesehatan, tetapi juga menggugah kesadaran keluarga dan masyarakat desa tentang pentingnya kebersihan sebagai benteng dari kanker serviks, sekaligus memicu kolaborasi nyata antara rumah tangga, TP PKK, dan layanan kesehatan lokal.
“Cegah kanker serviks dengan kesadaran dan tindakan kolektif dimulai dari hal-hal sederhana di rumah,” pungkasnya.






