Kota Malang – Setelah berganti nama menjadi Universitas Insan Budi Utomo (UIBU) Malang masa orientasi pengenalan kampus (ospek) bagi mahasiswa baru (Maba) dengan konsep kebersamaan dan menggembirakan.
Lewat Sambut Mahasiswa Baru (SAMBA), UIBU Malang memberikan pemahaman kepada Maba bagaimana hidup dalam lingkungan kampus yang membahagiakan, yang digelar di Halaman utama Kampus C, Jalan Citandui 46, Kota Malang.
Dalam kegiatan tersebut diikuti sekitar 1.500 dari 2.500 mahasiswa baru yang dikemas dengan games seru dan serangkaian lomba-lomba kreatifitas mahasiswa di berbagai Program Studi (Prodi).
Rektor UIBU Malang, Dr Nurcholis Sunuyeko menyampaikan, di gelarnya SAMBA ini dengan maksud untuk menghilangkan image (Persepsi) ospek atau perploncoan bagi mahasiswa baru.
“Yang namanya mahasiswa baru itu bukan di orientasi, tapi diberikan kenyamanan ketika mulai masuk kuliah,” ucapnya, saat ditemui awak media, di sela-sela gelaran SAMBA UIBU Malang, Sabtu (1/11/2025) malam.
Menurut Nurcholis, jika mahasiswa baru ini diberikan kenyamanan dalam perkuliahan, agar selalu merasa happy saat menempuh perkuliahan, karena penerimaan ilmu dari institusi atau UIBU ini merupakan rezeki yang diharapkan para mahasiswa merasa happy dan bersyukur atas rezeki yang diterima.
“Ini (SAMBA) supaya mereka itu (Mahasiswa baru) happy, maka yang namanya pemberian dari institusi, penyebaran ilmu pengetahuan dari institusi itu adalah rezeki, dan mereka (Mahasiswa baru) itu harus menganggap bahwa ilmu atau pengetahuan yang diberikan oleh institusi atau UIBU itu diberi rezeki,” jelasnya.
“Karena bagaimanapun yang namanya rezeki itu bukan hanya uang, bukan hanya kesehatan, tapi juga soal ilmu, karena itu ilmu itu yang akan membawa mereka memperoleh rezeki yang berkelanjutan,” tambahnya.
Pria yang akrab disapa Yai ini menjelaskan, di event kedua setelah bertransformasi menjadi UIBU ini menegaskan, bahwa mahasiswa yang masuk di Universitas IBU ini harus memperoleh sesuatu yang menggembirakan.
“Prinsipnya adalah bahwa mahasiswa ini ketika masuk di perguruan tinggi tidak boleh terbebani, baik terbebani biaya dan yang lain-lain, terutama ketika mengikuti kuliah,” terangnya.
Untuk itu, lanjut Nurcholis, di UIBU ini memberikan ilmu dengan menggunakan model Happy. “UIBU dalam perkuliahan menggunakan model perkuliahan yang Happy, model yang akan menerima sesuatu yang menggembirakan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Nurcholis, saat ini model perkuliahan sudah berubah, dan tidak harus tatap muka yang di absen setiap hari, atau absensi data kehadiran, melainkan absensi berupa karya, oleh karena itu perkuliahan di UIBU selain diberikan secara online juga diberikan bahan post-waktu.
“Dengan begitu, bagai mana merubah mindset mereka belajar itu adalah kegiatan yang menyenangkan karena memperoleh rezeki yang berupa ilmu,” tandasnya.






