NLR Indonesia Teliti Dampak Iklim Pada Anak Disabilitas dan Penderita Kusta di TTU

Nlr Indonesia Teliti Dampak Iklim Pada Anak Disabilitas Dan Penderita Kusta Di Ttu

KEFAMENANU,- Perubahan Iklim bukan hanya isu lingkungan, tetapi juga berdampak serius pada kelompok rentan, termasuk anak-anak dan remaja penyandang disabilitas dan penderita kusta.

Netherlands Leprosy Relief (NLR) Indonesia, organisasi yang berfokus pada pemberantasan kusta, kini memperluas kajiannya dengan melakukan riset tentang dampak perubahan iklim terhadap Anak Disabilitas dan penderita kusta di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur.

Menurut Ikrom Mustofa, periset utama dari NLR Indonesia, yang juga Dosen Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia, penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana perubahan iklim mempengaruhi kehidupan sehari-hari anak-anak disabilitas, baik dari segi kesehatan, aksesibilitas, maupun kesejahteraan sosial.

“Kami ingin melihat secara komprehensif bagaimana kondisi dan risiko yang mereka hadapi akibat perubahan iklim,” ujarnya, Kamis (30/1/2025).

Kabupaten TTU dipilih sebagai lokasi penelitian karena dianggap memiliki tantangan besar dalam menghadapi dampak perubahan iklim. Dengan kondisi geografis yang rentan terhadap cuaca ekstrem, wilayah ini menjadi contoh nyata bagaimana perubahan iklim memengaruhi kelompok rentan.

 

Nlr Indonesia Teliti Dampak Iklim Pada Anak Disabilitas Dan Penderita Kusta Di Ttu

Dalam riset ini, NLR Indonesia melakukan survei terhadap 90 anak di tiga lokasi, yaitu Desa Lapeom, SDLB Benpasi, dan Rumah Sakit Kusta Naob. Data dikumpulkan melalui studi literatur, wawancara dengan organisasi perangkat daerah, komunitas, pegiat sosial, serta lembaga pendidikan.

Baca Juga :  Angga: Pemkot Malang Harus Beri Punishment atau Bersihkan Nama Pelaku Poligami

“Melalui pendekatan ini, kami tidak hanya mendapatkan data kuantitatif, tetapi juga memahami secara mendalam pengalaman dan tantangan yang dihadapi anak-anak disabilitas dalam menghadapi perubahan iklim,” jelas Ikrom dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Yayasan Sosial Ibu Anfrida di Naob.

Hasil riset ini nantinya akan dijadikan dasar dalam merumuskan strategi adaptasi dan mitigasi untuk menghadapi dampak perubahan iklim terhadap anak-anak disabilitas dan penderita kusta.

Dhandhun Wacano, dosen Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia yang turut mendampingi penelitian ini, menekankan pentingnya pemetaan lingkungan dalam memahami risiko yang dihadapi kelompok rentan.

“Data yang kami kumpulkan akan menjadi bagian dari strategi adaptasi yang bisa diterapkan di Kabupaten TTU, bahkan bisa menjadi model percontohan nasional,” kata Dhandhun.

Nlr Indonesia Teliti Dampak Iklim Pada Anak Disabilitas Dan Penderita Kusta Di Ttu

Ketua Yayasan Sosial Ibu Anfrida Naob, Suster M. Marcella PRR, mengapresiasi penelitian ini karena memberikan wawasan bagi berbagai pihak terkait tentang pentingnya perhatian khusus bagi anak-anak disabilitas dan penderita kusta dalam menghadapi dampak perubahan iklim.

Baca Juga :  Kodim 1618/TTU Wujudkan Akses Air Bersih untuk Warga Dusun Banu 

“Kehadiran mitra dari berbagai sektor dalam FGD ini menunjukkan bahwa sebenarnya sudah ada program dan kebijakan yang mendukung anak-anak disabilitas dan penderita kusta. Namun, realisasinya masih membutuhkan dorongan dan sinergi dari berbagai pihak,” ujar Suster Marcella.

Sebagai lembaga yang bergerak di bidang sosial, Yayasan Ibu Anfrida siap berkolaborasi dengan NLR Indonesia dan mitra lainnya untuk memastikan hasil riset ini dapat diterapkan dalam kebijakan yang berdampak nyata bagi anak-anak disabilitas dan penderita kusta di TTU.

Dengan riset ini, NLR Indonesia berharap kesadaran akan dampak perubahan iklim terhadap kelompok rentan semakin meningkat, sekaligus mendorong kebijakan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts