Kabupaten Malang, ZonaNusantara – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Jawa Timur mengalokasikan anggaran senilai Rp1 miliar guna mendukung pembangunan fasilitas keagamaan dan kemasyarakatan di Kabupaten Malang.
Proyek pembangunan ini mencakup transformasi Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) menjadi Sekolah Tahfizh Alquran Puan Maharani lengkap dengan fasilitas gedung serbaguna yang representatif bagi masyarakat.
Ketua DPD PDI-P Jawa Timur, Muhammad Said Abdullah, menjelaskan bahwa inisiatif tersebut merupakan wujud nyata komitmen partai dalam memperkuat sarana edukasi keagamaan sekaligus menyediakan ruang publik yang memadai di tingkat cabang.
Dalam proses penggalangannya, proyek pembangunan yang diperkirakan membutuhkan total anggaran hingga Rp1,5 miliar ini mendapat sokongan finansial tambahan.
Said Abdullah mengungkapkan bahwa Puan Maharani turut memberikan bantuan pribadi secara langsung untuk menutupi kekurangan dana tersebut.
“Tadi saya menghubungi Mbak Puan Maharani, bahwa DPC Kabupaten Malang akan membangun TPQ dan Gedung Serba Guna Puan Maharani, dan beliau menyumbang Rp500 juta,” ujar Said Abdullah.
Selain memaparkan program pembangunan infrastruktur, Said Abdullah turut menyoroti pentingnya menjaga soliditas di dalam tubuh partai.
Ia mencatat fakta penting bahwa mayoritas jajaran pengurus DPC PDI-P Kabupaten Malang berlatar belakang Nahdlatul Ulama (NU).
Tercatat, sekitar 90 persen pengurus merupakan bagian dari jam’iyyah dan jemaah NU.
Melihat komposisi tersebut, Said mengingatkan seluruh kader, mulai dari tingkat DPC hingga Pengurus Anak Cabang (PAC), untuk menjaga kekompakan secara nyata dan menghindari segala bentuk perpecahan.
Konsolidasi internal saat ini diarahkan secara penuh untuk menyatukan gerak langkah demi kemenangan partai.
Dalam arahannya, Said memberikan pesan tegas kepada para kader agar memegang prinsip kesatuan sikap baik dalam kata, gerak, langkah, maupun hati, serta mengutamakan kekompakan yang tulus di antara kader dan menghindari tindakan yang merusak barisan partai dari dalam.
“Begitu ‘siap, siap, siap’, ‘solid, solid, solid’, di belakang fitnah bertaburan tidak karuan. Itu namanya bukan ahlu sunnah wal jama’ah, tapi ahlu fitnah wal takfirin,” tegas Said di hadapan para kader PDI-P Kabupaten Malang.






