Kabupaten Malang, ZonaNusantara – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menggelar kegiatan bakti sosial bertajuk ‘Pertalian Cinta DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Bersama Masyarakat Kabupaten Malang’ di halaman Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Desa Mojosari, Kecamatan Kepanjen, Jumat (9/10/2026).
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah, ini tidak hanya berfokus pada aksi kemanusiaan, tetapi juga dirangkai dengan konsolidasi internal partai guna memperkuat soliditas organisasi di tingkat daerah.
Dalam kesempatan tersebut, DPD PDI Perjuangan Jatim menghadiri agenda utama yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Agenda tersebut berupa penyaluran 1.000 Paket Sembako, yang khusus bagi kaum Marhaen untuk meringankan beban ekonomi warga, dan santunan anak yatim.
Hal itu dilakukan sebagai wujud perhatian dan kasih sayang kepada anak-anak yang membutuhkan dukungan moril maupun materiil.
Selanjutnya, melakukan peletakan Batu Pertama Sekolah Tahfidz Al-Qur’an Puan Maharani, sebagai sarana pendidikan keagamaan yang diharapkan memberikan manfaat jangka panjang dan berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto (yang akrab disapa Sam Didik), menyampaikan bahwa bakti sosial ini merupakan esensi dari perawatan kebersamaan di tengah masyarakat.
“Bagi kami, bakti sosial bukan sekadar membagikan bantuan. Ini adalah ikhtiar untuk merawat kebersamaan dan memastikan bahwa semangat gotong royong tetap hidup di tengah masyarakat. Kaum Marhaen dan anak-anak yatim menjadi bagian penting dari perhatian kami,” ujar Sam Didik.
Sementara itu, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Abdul Qodir atau yang akrab disapa Adeng, menekankan bahwa tema ‘Pertalian Cinta’ merefleksikan ikatan batin yang tumbuh dari ketulusan dan pengabdian kepada sesama, sebagaimana selalu ditekankan oleh Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.
Politisi yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang ini menilai karakter kepemimpinan Buya Said Abdullah sangat mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan tersebut.
“Ideologi tidak cukup hanya diucapkan di mimbar, tetapi harus hidup dalam tindakan. Ketika kaum Marhaen diperhatikan, anak yatim disantuni, dan sarana pendidikan dibangun, di situlah nilai perjuangan diterjemahkan menjadi pengabdian nyata,” tegas Adeng.
Selain aksi sosial dan pembangunan sarana kemasyarakatan, kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah perjuangan seluruh struktur partai.
Seluruh pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan se-Kabupaten Malang turut dihadirkan dalam konsolidasi internal guna memperkuat barisan dan kesolidan organisasi.
Melalui rangkaian kegiatan ini, PDI Perjuangan menegaskan pesannya bahwa perjuangan politik yang berakar pada ideologi harus senantiasa bertumbuh melalui ketulusan, dirawat dengan kepedulian, dan dibuktikan lewat kerja nyata yang memberi manfaat langsung bagi kehidupan rakyat.






