Perkuat Ketahanan Pangan dan Tekan Stunting, Bupati Bone Serahkan Bantuan Senilai Rp1,1 Miliar untuk Pekarangan Produktif

Perkuat Ketahanan Pangan Dan Tekan Stunting, Bupati Bone Serahkan Bantuan Senilai Rp1,1 Miliar Untuk Pekarangan Produktif

BONE– Komitmen Pemerintah Kabupaten Bone dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus menekan angka stunting terus diwujudkan secara nyata. Hal itu terlihat pada kegiatan Penyerahan Bantuan Sarana dan Prasarana Pertanian melalui Dana Insentif Daerah (DID) Tahun Anggaran 2025 oleh Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM, yang berlangsung di Kompleks Rumah Jabatan Bupati Bone, Senin (12/1/2026).

Sebanyak 11 kelompok penerima dari 11 desa menerima bantuan yang menyasar langsung penguatan pemanfaatan pekarangan, penganekaragaman konsumsi pangan, serta pemberdayaan masyarakat berbasis sumber daya lokal.

Kegiatan ini dihadiri unsur Forkopimda dan stakeholder strategis, di antaranya Dandim 1407/Bone Letkol Inf. Laode Muhammad Idrus, Kapolres Bone AKBP Sugeng Setio Budhi, S.I.K., M.Tr.Opsla, Kepala Bulog, Ketua KTNA Provinsi Sulawesi Selatan, serta Ketua KTNA Kabupaten Bone H. Usman yang juga merupakan Anggota DPRD Bone.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bone, Ir. Muh. Risal, M.Si, menjelaskan bahwa penyerahan bantuan ini merupakan bagian dari Pelaksanaan Penyerahan Bantuan Tahun 2025 dalam rangka Pemanfaatan Pekarangan untuk Penanganan Stunting, melalui kegiatan Pemberdayaan Masyarakat dalam Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal. Seluruh kegiatan tersebut didanai melalui Dana Insentif Daerah (DID) Tahun 2025 dengan total anggaran sebesar Rp1.122.719.100.

Adapun desa penerima bantuan meliputi:
Desa Lea (Kecamatan Tellu Siattinge)
Desa Lili Riattang (Kecamatan Lappariaja)
Desa Bengo (Kecamatan Bengo)
Desa Teamalala (Kecamatan Ulaweng)
Desa Masserengpulu (Kecamatan Sibulue)
Desa Pattiro Riolo (Kecamatan Sibulue)
Desa Ajangpulu (Kecamatan Sibulue)
Desa Bacu (Kecamatan Tonra)
Desa Lampoko (Kecamatan Barebbo)
Desa Bolli (Kecamatan Ponre)
Desa Mappesangka (Kecamatan Ponre)

Bantuan yang diserahkan terbilang lengkap dan terintegrasi, mencakup 11 unit cultivator, berbagai benih sayuran dan buah seperti cabe rawit, kacang panjang, kangkung, mentimun, jagung susu, sawi, terong, seledri, tomat, paria, hingga pepaya California. Selain itu, kelompok penerima juga mendapatkan talang persemaian, hand sprayer elektrik, pupuk kandang, gembor, rumah bibit (green house) serta demplot peternakan ayam kampung sebanyak 100 ekor lengkap dengan pakan dan sarana kandang.

Baca Juga :  Ketua DPD RI Minta BPOM Bikin Aturan Khusus untuk Pengembangan Jamu Nusantara

Tidak hanya fokus pada produksi, program ini juga menyentuh aspek hilirisasi dan konsumsi pangan sehat. Melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengolahan Menu B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman), peserta dibekali bahan dan sarana pengolahan pangan, mulai dari bahan makanan hingga peralatan seperti kompor gas, tabung gas, peralatan makan, wajan, pemanggang, baskom, saringan minyak, timbangan makanan, mesin sealer kemasan plastik, hingga chopper.

Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman menegaskan bahwa program ini bukan sekadar penyerahan bantuan, melainkan bagian dari strategi besar daerah dalam membangun kemandirian pangan keluarga, meningkatkan gizi masyarakat, serta menekan angka stunting secara berkelanjutan.

Melalui sinergi lintas sektor dan pemanfaatan dana insentif secara tepat sasaran, Pemkab Bone berharap desa-desa penerima mampu menjadi contoh dalam pengembangan pangan lokal, pemberdayaan ekonomi keluarga, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

Di hadapan para penerima, kepala desa, camat, dan jajaran Dinas Ketahanan Pangan, Bupati Bone menegaskan bahwa program ini dirancang sebagai pilot project yang akan menjadi percontohan pembangunan berbasis desa.

“Bantuan ini bukan sekadar untuk pertanian, tapi untuk menjawab persoalan besar daerah, mulai dari stunting, gizi buruk, pencegahan pengangguran, hingga pemenuhan kebutuhan MBG (Makan Bergizi Gratis),” tegas Bupati Andi Asman Sulaiman.

Ia menekankan bahwa kunci utama keberhasilan program ini terletak pada pendampingan dan pengawasan yang berjenjang. Pemerintah desa diminta aktif melakukan pendampingan anggaran melalui dana desa, Dinas Ketahanan Pangan bertanggung jawab dalam pendampingan teknis sekaligus sensus, sementara camat diminta memastikan pengawasan berjalan maksimal.

Baca Juga :  Kejari TTU Terima Penghargaan Sebagai Kejari Terbaik Tingkat Nasional Untuk Kedua Kalinya

“Dinas Ketahanan Pangan dan para pendamping sensus harus betul-betul mengawal. Desa melakukan pendampingan, camat mengawasi. Ini kerja bersama,” ujarnya.

Bupati Bone optimistis, jika program ini dikelola dengan baik, maka dampak ekonominya akan sangat signifikan. Ia bahkan menyebutkan potensi pengganda ekonomi yang luar biasa dari bantuan tersebut.

“Kalau bantuan Rp1 miliar ini berhasil, bisa menghasilkan Rp10 miliar. Kalau itu terbukti, kita tidak ragu untuk mengalokasikan anggaran sampai Rp5 miliar ke depan,” ungkapnya penuh keyakinan.

Untuk memastikan transparansi dan keberhasilan, Bupati meminta agar setiap bantuan yang diberikan dicatat secara detail. Mulai dari jumlah bibit, sarana yang disalurkan, hingga hasil produksi yang diperoleh kelompok penerima.

“Petugas sensus harus mencatat berapa bibit yang diberikan. Kita akan lihat hasilnya. Saya mau lihat betul dampaknya di lapangan,” tegasnya.

Menurut Bupati, program bantuan seperti ini tidak mudah direalisasikan, sehingga harus benar-benar dikawal dengan penuh tanggung jawab. Ia menilai program ini sudah sangat tepat sasaran karena mampu menjawab kebutuhan mendasar masyarakat, sekaligus menjadi solusi terpadu antara sektor pertanian, kesehatan, dan kesejahteraan sosial.

“Ini bantuan dari pemerintah. Saya minta tolong dikawal dengan baik. Kalau sukses, Bone bisa menjadi percontohan,” tutup Bupati.

Melalui program ini, Pemkab Bone berharap desa tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi motor penggerak ekonomi lokal yang mampu menghasilkan pangan bergizi, menekan angka stunting dan gizi buruk, serta membuka lapangan kerja berkelanjutan bagi masyarakat. (*)

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts