KEFAMENANU, NTT – Persekutuan Doa Pelita Benpasi, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), menunjukkan kepedulian sosial lintas denominasi dengan menyalurkan bantuan diakonia kepada Kapela dan Gereja Protestan di Desa Tublopo, Kecamatan Bikomi Selatan.
Penyaluran bantuan tersebut dilaksanakan pada Jumat, 30 Desember 2025, oleh kelompok doa gabungan umat Protestan dan Katolik yang tergabung dalam Persekutuan Doa Pelita Benpasi.
Ketua Persekutuan Doa Pelita Benpasi, Margaretha Benava Banu, mengatakan bantuan yang diserahkan berupa seng, bangku, dan meja sebagai bentuk pelayanan diakonia kepada umat di Kapela dan Gereja Protestan Tublopo.
“Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari program diakonia yang kami laksanakan pada 30 Desember 2025 dan disesuaikan dengan permintaan Ketua OMK Kapela Tublopo serta pengurus Gereja Protestan Tublopo,” ujar Margaretha, Senin (2/2/2026).
Ia menjelaskan, bantuan untuk Kapela Tublopo berupa empat unit kursi plastik dan satu unit meja berukuran panjang 140 sentimeter dan lebar 180 sentimeter. Sementara itu, Gereja Protestan Tublopo menerima bantuan 20 lembar seng dan satu kilogram paku seng yang akan digunakan untuk pembangunan rumah pelayanan pendeta atau penanggung jawab gereja.
“Rumah pelayanan ini diharapkan dapat digunakan sebagai tempat menginap atau berganti pakaian bagi pendeta,” jelasnya.
Margaretha berharap, melalui dukungan sarana dan prasarana tersebut, umat Kapela maupun Gereja Protestan semakin mendukung kehadiran Pastor/Romo maupun Pendeta dalam setiap perayaan ibadah.

Selain itu, ia mengungkapkan bahwa Persekutuan Doa Pelita Benpasi telah merencanakan program bantuan lanjutan pada tahun 2026. Rencana tersebut akan difokuskan pada peningkatan fasilitas ibadah, khususnya bagi Kapela Tublopo yang masih membutuhkan perhatian.
“Untuk Gereja Protestan, kondisi bangunan sudah bertembok dan berlantai keramik. Sementara Kapela masih setengah tembok, dindingnya sudah rusak dan pintu masih menggunakan seng. Ini akan menjadi perhatian kami dalam program bantuan tahun 2026,” tuturnya.
Berdasarkan data yang diperoleh, jumlah Kepala Keluarga (KK) umat Kapela Tublopo mencapai sekitar 50 KK. Oleh karena itu, pihaknya berkomitmen untuk terus berkoordinasi secara intensif guna memastikan penyaluran bantuan berikutnya tepat sasaran.






