Rutan Kefamenanu Bentuk WBP Mandiri Melalui UMKM Tahanan Rasa

Rutan Kefamenanu Bentuk Wbp Mandiri Melalui Umkm Tahanan Rasa

KEFAMENANU,- Lembaga pemasyarakatan di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Rutan Kelas IIB Kefamenanu, menunjukkan komitmen serius dalam membekali Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dengan keterampilan wirausaha.

Melalui peluncuran merek usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang diberi nama Tahanan Rasa, Rutan ini secara nyata mengimplementasikan program pemberdayaan yang diinisiasi oleh pihak pemasyarakatan. Program tersebut dilaksanakan di gedung yang diberi nama Gedung Tahanan Karsa sebagai pusat pemberdayaan WBP.

Di lokasi tersebut, warga binaan diberikan kesempatan untuk mengasah kemampuan produksi serta menjalankan aktivitas UMKM. Produk-produk yang telah dihasilkan antara lain keripik pisang serta berbagai minuman herbal seperti jamu kunyit asam, jamu beras kencur, dan sirup jahe.

Seluruh rangkaian produk Tahanan Rasa ini diproduksi oleh para WBP dengan menggunakan bahan baku yang berkualitas, di bawah bimbingan dan pengawasan petugas Rutan (termasuk petugas wanita) untuk memastikan standar mutu tetap terjaga.

Baca Juga :  Festival IKM "Gerakan Beli NTT" Terselenggara di Kabupaten TTU Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara 

Kepala Rutan Kefamenanu, Muhamad Nurseha, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan tindak lanjut kebijakan pimpinan tertinggi pemasyarakatan.

Kegiatan ini sejalan dengan salah satu dari 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, yakni peningkatan dan penguatan pendayagunaan warga binaan untuk menghasilkan produk UMKM.

Lebih lanjut, ia menyampaikan harapan besar di balik peluncuran Tahanan Rasa.

“Kami berharap produk UMKM ini menjadi sarana edukasi dan bekal keterampilan yang nyata. Dengan demikian, ketika warga binaan kembali ke masyarakat, mereka sudah memiliki modal wirausaha untuk memulai hidup baru secara mandiri dan produktif,”ujarnya.

Di sisi fasilitas, Rutan Kefamenanu juga telah meresmikan unit UMKM sebagai bagian dari rangkaian fasilitas pembinaan lanjutan di lembaga tersebut, bersamaan dengan peresmian fasilitas lain seperti klinik dan sarana edukasi.

Baca Juga :  Nelayan TTU Jadi Teladan Kemanusiaan Ketika Rasa Peduli Mengalahkan Segala Keterbatasan

Lembaga pemasyarakatan bukan sekadar tempat penahanan, tetapi juga tempat pembinaan yang menciptakan peluang kemandirian ekonomi bagi warga binaan.

Kepala Rutan menyadari hal tersebut dan menyatakan bahwa pelaksanaan program akan terus dipantau dan dikembangkan agar manfaatnya nyata.

Inisiatif Rutan Kefamenanu melalui merek Tahanan Rasa menjadi contoh konkret bagaimana pendekatan pemasyarakatan modern dapat menggabungkan aspek pembinaan, keterampilan, dan wirausaha.

Apabila berhasil berkelanjutan, program ini dapat menjadi model untuk lembaga pemasyarakatan lainnya di Indonesia.

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts