Nelayan TTU Jadi Teladan Kemanusiaan Ketika Rasa Peduli Mengalahkan Segala Keterbatasan

Nelayan Ttu Jadi Teladan Kemanusiaan Ketika Rasa Peduli Mengalahkan Segala Keterbatasan

KEFAMENANU,- Di balik musibah tenggelamnya perahu lampara di Perairan Oebubun, Kecamatan Biboki Moenleu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), kisah tentang keberanian, solidaritas, dan Kemanusiaan warga pesisir mencuat sebagai cahaya harapan.

Mereka yang sehari-hari akrab dengan ombak dan badai laut, kini menjadi pahlawan yang berjasa dalam pencarian korban.

Rabu, 9 April 2025, halaman Kantor Bupati TTU menjadi saksi penghargaan bagi mereka yang tak meminta imbalan, namun bekerja dengan hati.

Para nelayan dari Pantai Utara bersama tim gabungan penyelamat—dari kepolisian, TNI, Basarnas hingga warga biasa diberi piagam penghargaan oleh Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam upaya pencarian korban tragedi tenggelamnya lampara.

Namun, di balik piagam yang diberikan, ada pesan mendalam, bahwa kebaikan dan aksi kemanusiaan tidak selalu datang dari mereka yang berpangkat atau memiliki perlengkapan canggih, melainkan dari mereka yang tulus.

Baca Juga :  Program Inovasi Fase 3 Satukan Pemerintah, Guru, dan Komunitas di TTU

“Malah masyarakat yang pakai perahu nelayan dengan Keterbatasan, dia yang menemukan para korban,” ujar Bupati Falentinus dengan nada bangga.

Bupati TTU menekankan bahwa semangat seperti inilah yang harus terus dihidupkan. Ia mengaku, penghargaan ini bukan semata bentuk seremoni, melainkan pengakuan nyata atas nilai kemanusiaan yang dilakukan dengan penuh keikhlasan.

Penerapan sistem reward and punishment di masa kepemimpinannya menjadi komitmen nyata, bahwa setiap kebaikan perlu dihargai. Namun lebih dari itu, Bupati Falentinus mengajak seluruh masyarakat untuk melihat Teladan dari para nelayan dan tim penyelamat ini.

“Orang tidak perlu menduduki jabatan untuk berbuat baik. Kebaikan adalah kewajiban semua orang,” tambahnya.

Salah satu nelayan penerima penghargaan, Yakobus Moni, mengisahkan bagaimana dirinya bersama rekan-rekan menumpang perahu kecil dalam upaya pencarian.

Nelayan Ttu Jadi Teladan Kemanusiaan Ketika Rasa Peduli Mengalahkan Segala Keterbatasan

Dengan segala keterbatasan, mereka menemukan dua korban, termasuk mantan Bupati TTU Raymundus Sau Fernandes, dalam kondisi meninggal dunia.

Baca Juga :  Peran Aktif Istri Forkopimda Dorong Kemajuan TTU di Osaka Expo 2025

“Kami lakukan ini karena memang sudah menjadi tanggung jawab moral kami sebagai nelayan. Bantu mereka yang mengalami musibah di laut, itu bagian dari jiwa kami,” ujarnya.

Penghargaan dan dana pembinaan dari Pemkab TTU memang penting, namun penghargaan terbesar bagi Yakobus adalah bisa turut meringankan duka keluarga korban.

Kisah para nelayan ini adalah cermin betapa nilai kemanusiaan masih hidup di tengah masyarakat TTU. Di saat banyak hal bisa menjadi alasan untuk diam, mereka memilih untuk bertindak.

Dan hari itu, piagam-piagam di tangan mereka bukan sekadar kertas berbingkai. Ia menjadi simbol bahwa dengan ketulusan dan keberanian, masyarakat biasa pun bisa menjadi pahlawan luar biasa.

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts