SLBN Benpasi Hadirkan Perayaan Penuh Kasih di Hari Disabilitas Internasional

Slbn Benpasi Hadirkan Perayaan Penuh Kasih Di Hari Disabilitas Internasional

KEFAMENANU, NTT – Pagi di SLB Negeri Benpasi, Kefamenanu terasa berbeda pada Rabu, 3 Desember 2025. Lapangan upacara yang biasanya menjadi ruang kegiatan harian berubah menjadi tempat penuh keheningan dan kekhusyukan.

Di bawah langit yang cerah, keluarga besar SLBN Benpasi berkumpul merayakan Hari Disabilitas Internasional dengan cara yang sederhana namun penuh makna: sebuah Misa Syukur.

RD. Patris Neonub berdiri memimpin perayaan, sementara di barisan depan tampak Kapolres TTU, AKBP Emilia Papote, bersama Koordinator Pengawas, Maria Elvira Bertha Ogom. Para orang tua dan guru memenuhi kursi yang disusun rapi, mengikuti misa dengan wajah yang menunjukkan kehangatan dan rasa syukur.

Slbn Benpasi Hadirkan Perayaan Penuh Kasih Di Hari Disabilitas Internasional

Tema misa tahun ini, “Mengasihi dan Melayani Kaum Disabilitas Wujud Panggilan Allah Untuk Menjaga Martabat Manusia,” seolah menjadi pengingat bahwa keberadaan anak-anak di sekolah ini bukan sekadar tanggung jawab pendidikan, tetapi juga tanggung jawab kemanusiaan. Setiap anak memiliki cerita dan perjuangannya masing-masing, dan di tempat inilah mereka menemukan ruang aman untuk bertumbuh.

Baca Juga :  KPK Terus Dalami Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pokir, Calon Bupati Malang Tersangkut?

Ketika doa-doa dinaikkan, beberapa anak tampak menggenggam tangan temannya, ada juga yang sesekali tersenyum tanpa sebab, seolah merasakan kedamaian dari suasana yang dibangun. Guru-guru mereka memandang dengan bangga anak-anak ini, meski disabilitas melekat pada definisi medis mereka, tetap hadir sebagai pribadi-pribadi istimewa yang membawa cahaya dalam keseharian sekolah.

Setelah misa, suasana berubah menjadi lebih riuh namun tetap hangat. Meja-meja disiapkan untuk ramah tamah, dan anak-anak berkumpul menanti sesuatu yang mereka tunggu-tunggu pembagian bingkisan dari Kapolres TTU. Begitu nama mereka dipanggil, sorak kecil dan tawa polos pun pecah. Bingkisan itu mungkin tak seberapa, tetapi arti kebahagiaannya jauh lebih besar. Senyum mereka mengembang lebar ada yang memeluk bingkisannya erat, ada pula yang langsung membukanya dengan antusias.

“Anak-anak ini adalah titipan berharga,” ungkap salah satu guru di sela acara. Tugas kami bukan hanya mengajar, tetapi membimbing mereka untuk mandiri dan kreatif, dan yang paling penting, membuat mereka merasa dihargai.

Baca Juga :  Rachmat Gobel Salurkan Bantuan Pakai Hercules.

Slbn Benpasi Hadirkan Perayaan Penuh Kasih Di Hari Disabilitas Internasional

Hari Disabilitas di SLBN Benpasi bukan sekadar peringatan tahunan. Ia menjadi momen refleksi bahwa setiap anak, apa pun kondisinya, layak mendapatkan ruang, perhatian, dan kesempatan. Dan di sekolah ini, harapan itu terus dirawat setiap harinya dengan kasih, kesabaran, dan pelayanan yang tulus.

Di akhir acara, para orang tua perlahan pulang bersama anak-anak mereka. Lapangan kembali sepi. Namun jejak kegembiraan, doa, dan rasa syukur semuanya tertinggal, menyatu dalam cerita hangat yang dikenang sebagai perayaan kemanusiaan di Hari Disabilitas Internasional.

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts