SMAN 1 Bone Terapkan Prinsip Akuntabilitas dalam Perencanaan Anggaran Sekolah, Siapkan RKAS 2026 Berdasarkan Capaian Mutu Sekolah

Sman 1 Bone Terapkan Prinsip Akuntabilitas Dalam Perencanaan Anggaran Sekolah, Siapkan Rkas 2026 Berdasarkan Capaian Mutu Sekolah

BONE — UPT SMAN 1 Bone menggelar Rapat Penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) Tahun Anggaran 2026, Kamis (30/10/2025), di Aula SMAN 1 Bone. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Plt. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Bone, Muhadisah, SS, Pengawas Pembina, serta Komite Sekolah.

Dalam rapat yang berlangsung penuh partisipasi ini, turut hadir pula guru-guru, perwakilan siswa dari kegiatan ekstrakurikuler, serta para pemangku kepentingan pendidikan lainnya. Kepala UPT SMAN 1 Bone, Drs. Muhdar, M.Pd, menegaskan bahwa penyusunan RKAS ini merupakan langkah penting untuk memperkuat pelaksanaan program kerja sekolah dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas.

“Rapat penyusunan RKAS tahun anggaran 2026 ini bertujuan untuk mempermantap pelaksanaan program kerja SMAN 1 Bone dengan mengutamakan skala prioritas dan penggunaan dana BOS yang lebih transparan. Semua unsur di sekolah ikut terlibat, mulai dari guru, pengawas, Cabang Dinas, hingga Komite Sekolah dan siswa. Jadi, proses ini sama halnya dengan rapat anggaran pemerintah daerah,” ungkap Muhdar.

Baca Juga :  Temui Ketua DPD RI, Gubernur Sultra Dukung RUU Daerah Kepulauan

Ia menambahkan, hasil rapat tersebut nantinya akan dikirim ke Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan sebagai bahan evaluasi dan dasar penetapan anggaran tahun depan.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Muhammad Subaer, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa penyusunan RKAS tahun 2026 mengacu pada Rapor Pendidikan (Rapor Sekolah). Rapor tersebut disusun berdasarkan hasil Asesmen Nasional (AN) yang dilaksanakan pada tahun 2024.

“Tujuan utama rapat ini adalah menyusun rencana penganggaran sekolah untuk tahun 2026 dengan mengacu pada rapor pendidikan. Dari enam komponen utama dalam rapor sekolah, Alhamdulillah semuanya sudah berwarna hijau, artinya telah memenuhi standar nasional,” ujar Subaer.

Namun demikian, ia juga mengakui bahwa masih terdapat beberapa indikator yang mengalami penurunan capaian dibanding tahun sebelumnya, seperti pada kemampuan literasi dan numerasi siswa. Hal ini menjadi dasar penting bagi sekolah untuk menyusun program-program perbaikan yang akan dibiayai melalui dana BOS tahun 2026.

Baca Juga :  Gabungan Mahasiswa di Malang Siap Kawal Keputusan MK

Subaer menambahkan, beberapa aspek yang justru mengalami peningkatan signifikan antara lain kondisi keamanan sekolah, kebhinekaan, karakter murid, serta kualitas pembelajaran.

“Kami tetap berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pendidikan. Setiap analisis capaian akan menjadi pijakan dalam perencanaan program agar predikat SMAN 1 Bone semakin baik di masa mendatang,” pungkasnya.

Melalui rapat ini, SMAN 1 Bone menunjukkan komitmennya dalam menciptakan pengelolaan sekolah yang transparan, partisipatif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan, sesuai semangat Merdeka Belajar yang digaungkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (*)

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts