Sosok di Balik Megahnya Gedung Pondok NSR

Sosok Di Balik Megahnya Gedung Pondok Nsr
Imran

 

MAKASSAR – Pekerjaan fisik gedung Pondok NSR telah selesai dengan baik. Gedung milik NSR grup ini secara resmi diserahkan kepada pemilik NSR grup Andi Nizar Alfaidzin Abbas SH melalui grand opening Jumat (18/8/2025)

Acara grand opening Pondok NSR di Jalan Sahabat III, Kelurahan Tamalanrea Indah, Makassar, Sulawesi Selatan, berlangsung meriah. Keceriaan terpancar di wajah-wajah tamu undangan dan pengunjung yang menyaksikan acara tersebut. Dengan suasana yang dimulai sejak pagi hingga selesai tanpa hambatan, acara ini berjalan dengan lancar dan sukses. Suasana penuh persahabatan menjadi momen yang tak terlupakan

Di balik kesuksesan tersebut, ada sosok penting yang berperan besar dalam proses perencanaan dan pembangunan gedung, yaitu Imran, sang arsitek yang telah bekerja keras sejak Juli 2024 lalu.

Imran, sang arsitek kelahiran  Bone 16 November 1974 membagikan cerita tentang proses pembangunan yang dimulai dengan 20 orang tukang pada lima bulan pertama. Kemudian, memasuki bulan keenam, yaitu Desember 2024, timnya bertambah dengan 5 orang tukang lagi.

Baca Juga :  Dinding Beton, Pagar Rapat, Jerit Pemuda Bone Menembus Sunyi Kejaksaan

Imran menjelaskan bahwa pada awal Januari 2025, jumlah pekerja bertambah lagi menjadi 30 orang, dan kemudian meningkat lagi menjadi 36 pekerja atau tukang pada Februari 2025. Penambahan tenaga kerja untuk mempercepat proses pembangunan dan memenuhi target waktu yang telah ditentukan.

Menurut Imran seiring pekerjaan fisik makin berkurang maka mengambil sikap dengan mengurangi jumlah pekerja. Dua bulan terakhir sebelum pekerjaan tuntas Imran mengurangi tukang dari 36 menjadi hanya 28 orang. Pengurangan tahap pertama ini delapan orang.

“Dua Minggu kemudian sisa 24 orang,”ujarnya.

Sosok Di Balik Megahnya Gedung Pondok Nsr
Foto Istimewa

Pada Juni 2025, satu bulan sebelum proyek selesai, jumlah tukang yang tersisa hanya 18 orang. Pada tahap ini, para tukang lebih fokus pada pekerjaan finishing seperti pengecatan, pemasangan plafon, instalasi listrik, dan pekerjaan mekanik dan sipil lainnya untuk memastikan bahwa Pondok NSR selesai dengan baik dan siap digunakan.

Bos Yang Dermawan

Imran menghadapi tantangan dalam mengelola sumber daya manusia selama proses pembangunan Pondok NSR. Ia mengalami masalah dengan beberapa pekerja yang tidak disiplin, sehingga ia terpaksa mengambil tindakan tegas dengan memecat dua orang pekerja yang tidak disiplin.

Baca Juga :  Di Balik Layar: Aktifitas di Ruang Kendali NSR

“Kalau tidak disiplin ya saya tegur tapi kalau tidak patuh ya saya pecat,”tegas Imran.

Kendala ini terobati dengan sikap pemiliknya yang dermawan. Hal ini aku Imran menambah semangat pekerjaan. “Bos (pemiliknya) dermawan. Anak anak (tukang) senang kalau beliau datang,”ucap Imran.

Imran menyadari bahwa meskipun pekerjaan fisik berjalan lancar, ketersediaan dana yang stabil sangat penting untuk menjaga kelancaran proyek. Jika dana macet, maka akan berdampak langsung pada proses pembangunan dan berpotensi menyebabkan keterlambatan fisik pekerjaan.

Sore menjelang, tamu-tamu pergi. Satu persatu kembali ke rumah masing-masing. Kursi-kursi kosong, sisa-sisa acara kembali menyepi. Alunan musik nostalgia di lantai satu, menghadirkan masa lalu seolah olah sedang bermetaforsis dengan iringan nada yang lembut.

 

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts