Surat Gembala Prapaskah-Uskup Denpasar Serukan Gerakan Merawat Bumi

Surat Gembala Prapaskah-Uskup Denpasar Serukan Gerakan Merawat Bumi
.

 

BALI- Menyambut Prapaskah dan Paskah tahun 2026 Uskup Keuskupan Denpasar Mgr.DR.Silvester San,PR menerbitkan Surat Gembala Prapaskah-Paskah 2026 untuk dibacakan di semua gereja wilayah Keuskupan Denpasar (Bali-NTB). Tema yang diangkat adalah “APP: Gerakan Misioner Gereja dalam Menghadirkan Pengharapan, Gerakan Merawat Bumi Sebagai Rumah Tinggal Bersama.”

Uskup San menekankan beberapa poin penting antara lain Prapaskah adalah Masa Membaharui diri, Situasi Kerusakan Alam-Jeritan Bumi Rumah Kita Bersama, Panggilan Iman: Merawat Bumi sebagai Tanggung Jawab Bersama, Gerakan Merawat Bumi sebagai Rumah Tinggal Bersama dan Peran Keluarga, Orang Muda, dan Komunitas Gerejawi.

Uskup kelahiran Mauponggo Nagekeo Flores ini mengatakan masa Prapaskah adalah waktu berahmat yang dianugerahkan Allah kepada Gereja untuk memperbarui diri melalui pertobatan, doa, puasa, dan karya amal kasih.

Pertobatan Prapaskah tidak hanya bersifat pribadi dan rohani, tetapi juga memiliki dimensi sosial dan ekologis. Masa Prapaskah menjadi saat yang tepat bagi kita untuk merefleksikan kembali cara hidup kita: apakah sudah selaras dengan kehendak Allah yang mempercayakan bumi ini kepada manusia untuk diusahakan dan dipelihara.

Doktor Teologi Biblis Universitas Urbaniarum Roma (1997) ini menyuarakan situasi kerusakan alam sebagai jeritan bumi rumah kita Bersama. Uskup kelahiran 14 Agustus 1961 silam mengajak umat untuk menyadari kenyataan kerusakan lingkungan yang semakin mengkhawatirkan. Bencana alam seperti banjir, tanah longsor, kekeringan, serta pencemaran lingkungan terjadi silih berganti di berbagai wilayah.

Baca Juga :  Pesparani Membina Generasi dengan Mentalitas dan Spiritualitas Berbasis Iman

Situasi yang juga dirasakan di wilayah Bali, yang dikenal sebagai pulau yang indah dan subur, kini menghadapi tantangan serius berupa darurat sampah, berkurangnya sumber air bersih, rusaknya ekosistem laut, serta perubahan tata ruang yang kurang berpihak pada kelestarian alam. Kenyataan ini menjadi tanda bahwa hubungan manusia dengan alam sedang tidak sehat.

Kerusakan alam ini, menurut Uskup San, bukan hanya persoalan teknis, melainkan juga persoalan moral dan spiritual, akibat gaya hidup konsumtif, keserakahan, dan sikap tidak peduli. Dampak kerusakan lingkungan paling berat dirasakan oleh kaum miskin, kecil, dan terpinggirkan. Dengan demikian, jeritan bumi sering kali sejalan dengan jeritan orang miskin. Situasi ini menuntut keprihatinan dan tanggung jawab bersama sebagai satu keluarga manusia.

Lebih lanjut Uskup San mengajak semua umat untuk merawat bumi sebagai tanggung jawab Bersama. Sebagai orang beriman, diingatkan bahwa alam semesta adalah ciptaan Allah yang baik adanya. Ia mengingatkan umat bahwa Paus Fransiskus mengajak seluruh umat beriman untuk menjalani apa yang disebut sebagai pertobatan ekologis, yaitu perubahan mendalam dalam cara pandang dan cara hidup.

Baca Juga :  Hari Pertama PPKM Darurat, Polres Malang Mulai Berpatroli

Dalam Laudato Si’ ditegaskan: “Seruan untuk melindungi bumi rumah kita bersama mencakup keprihatinan untuk menyatukan seluruh keluarga manusia”. Oleh karena itu, merawat bumi adalah ungkapan iman, kasih, dan tanggung jawab kita sebagai murid-murid Kristus.

Bapa Uskup San mengajak seluruh umat untuk menghidupi Gerakan Merawat Bumi sebagai Rumah Tinggal Bersama sebagai wujud pertobatan iman yang nyata. Di tengah situasi darurat sampah yang sedang dihadapi Pulau Bali,Uskup San mengajak seluruh umat untuk memulai langkah nyata dari hal-hal sederhana.

Misalnya dengan memilah sampah dari rumah tangga masing-masing, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, aksi penanaman pohon dan membangun kesadaran ekologis sebagai wujud iman yang hidup. Ia berharap semoga semangat Paskah membangkitkan semua umat menjadi pembawa damai, penjaga kehidupan, dan pelayan ciptaan, demi masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.(Agust G Thuru)

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts