BONE – Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2025 di UPT SMA Negeri 13 Bone, Selasa, 25 November 2025, menjadi momentum yang begitu emosional dan penuh makna. Bukan hanya karena semarak kegiatan dan kolaborasi guru–siswa, tetapi juga karena hari itu menjadi peringatan terakhir bagi Kepala UPT SMAN 13 Bone, Drs. Hamzah, MM, yang akan memasuki purna bakti pada 31 Desember 2025 setelah 32 tahun mengabdi sebagai ASN di Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan.
Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Drs. Hamzah tak mampu menahan air mata haru saat prosesi upacara baru saja dimulai. Baginya, perjalanan panjang sebagai pendidik dan pemimpin diakhiri dengan momen yang sangat berkesan di tengah guru dan siswa yang selama ini menjadi bagian besar dari hidupnya.
“Saya memulai tugas sebagai guru di SMA PGRI Bone sejak 1993 sampai 2004. Kemudian menjadi pengawas sekolah dari 2004 hingga 2009, dan akhirnya dipercaya menjadi kepala sekolah sampai hari ini,” ungkapnya dengan suara bergetar.
Selama masa pengabdiannya, Hamzah dikenal sebagai pemimpin yang membangun sinergitas kuat di lingkungan sekolah. Atas dedikasinya, ia menerima Satya Lencana Bakti 30 Tahun dari Presiden RI, serta Lencana Melati dari Gerakan Pramuka. Ia juga aktif di berbagai organisasi, di antaranya KONI, Pramuka, dan organisasi olahraga masyarakat PORDI.
Dalam peringatan tersebut, Hamzah membacakan pidato seragam Ketua Umum PGRI Pusat. Ia mengajak seluruh guru untuk semakin profesional dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi proses pembelajaran, serta menerapkan pendekatan pendidikan yang melibatkan olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga. Sementara kepada siswa, ia berpesan penuh harap,
“Jadilah generasi berkarakter. Persiapkan masa depan kalian dengan baik menuju Generasi Emas Indonesia 2045,” ujarnya.
Peringatan HGN tahun ini terasa berbeda. Pelaksana upacara merupakan gabungan guru dan siswa, menciptakan kolaborasi yang mempererat kebersamaan. Upacara semakin meriah dengan persembahan puisi, lagu, serta berbagai penampilan yang disajikan siswa untuk para guru. Momen yang paling menyentuh adalah ketika para siswa menyerahkan setangkai bunga kepada gurunya sebagai bentuk penghargaan dan kebanggaan. Tak hanya itu, siswa juga memberikan doorprize kepada para guru, menciptakan suasana hangat dan penuh tawa. Beragam lomba baik antar siswa maupun antar guru—menambah semangat perayaan.
Dalam rangkaian peringatan HUT PGRI dan HGN 2025 ini, SMAN 13 Bone juga melaksanakan kegiatan mengaji serentak bersama guru dan siswa se-Sulawesi Selatan. Kegiatan ini merupakan program Gubernur Sulawesi Selatan melalui Dinas Pendidikan untuk membangun karakter dan memperkuat iman warga sekolah. Peringatan HGN 2025 di SMAN 13 Bone bukan sekadar seremoni tahunan. Bagi Drs. Hamzah, itu adalah momen perpisahan yang penuh cinta, penghormatan, dan doa dari keluarga besar sekolah.
Dalam tatapan berkaca-kaca para guru dan siswa, tergambar rasa hormat mendalam atas pengabdian seorang pemimpin yang telah memberikan 32 tahun hidupnya untuk pendidikan.
Drs. Hamzah, MM menutup amanatnya dengan sederhana. “Terima kasih untuk semua kebersamaan ini. Semoga SMAN 13 Bone terus maju dan melahirkan generasi terbaik untuk bangsa,” tandasnya.
Sebuah akhir yang indah bagi perjalanan panjang seorang pendidik. Sebuah awal baru yang penuh harapan bagi masa depan pendidikan di SMAN 13 Bone. (*)





