Kota Malang, ZonaNusantara – Rencana mutasi dan pelantikan ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang yang sempat tertunda dipastikan akan segera dilaksanakan. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menargetkan prosesi pengukuhan pejabat tersebut rampung pada pekan ini.
Sebelumnya, agenda pelantikan sempat mendadak ditunda pada 2 Oktober 2026 lalu karena Wali Kota Malang harus memenuhi panggilan Sekretariat Presiden ke Jakarta.
Kepadatan agenda kedinasan yang beruntun setelahnya membuat penyesuaian jadwal pelantikan baru dapat difinalisasi saat ini.
Wahyu menegaskan, penundaan tersebut murni disebabkan penyesuaian waktu di tengah padatnya kegiatan Pemkot Malang. Pihaknya optimistis agenda ini tidak akan bergeser lagi dari target yang telah ditentukan.
“Iya, masih banyak kegiatan-kegiatan. Insyaallah kalau tidak ada halangan, dalam minggu ini. Tidak sampai akhir Oktober,” ujar Wahyu saat ditemui pada Selasa (20/10/2026).
Menurut Wahyu, pergeseran posisi maupun promosi jabatan merupakan hal yang lumrah dalam roda birokrasi.
Ia meyakini para pegawai Pemkot Malang memiliki profesionalisme tinggi sehingga mampu beradaptasi dengan cepat di lingkungan kerja baru tanpa mengganggu pelayanan publik.
“Mutasi dan adaptasi perubahan perpindahan ini adalah hal yang biasa. Tentu mereka akan bisa cepat beradaptasi, baik yang berpromosi maupun mutasi. Sehingga tidak akan mengganggu kinerja birokrasi, ini adalah rutinitas,” jelasnya.
Selain menuntaskan pelantikan ratusan ASN, Pemkot Malang juga tengah bersiap mengisi sejumlah jabatan strategis yang masih kosong, mulai dari Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga posisi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang.
Langkah cepat ini diambil sekaligus untuk mengantisipasi deretan pejabat OPD yang memasuki masa pensiun pada akhir tahun 2026.
“Insyaallah nanti bulan November sudah ada. Prosesnya sudah kami mulai karena tahapan kemarin sebenarnya sudah selesai, tinggal melantik saja. Nah, sekarang kita persiapkan untuk pengisian posisi yang baru-baru ini,” pungkas Wahyu.






