Yayasan KKI Kefamenanu Membangun Generasi Mandiri dengan Pendidikan Berbasis Pertanian

Yayasan Kki Kefamenanu Membangun Generasi Mandiri Dengan Pendidikan Berbasis Pertanian

KEFAMENANU,- Yayasan Karpet Keajaiban Indonesia (KKI) yang berlokasi di Fatukoto/Beba, RT.020/RW.008 Desa Oelami, Kecamatan Bikomi Selatan, Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, telah mengembangkan pendekatan pendidikan unik yang mengintegrasikan kegiatan akademik dengan praktik pertanian.

Sebagai Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) berbasis asrama dan pertanian, KKI bertujuan untuk membekali anak-anak dengan keterampilan praktis agar mereka dapat mandiri di masa depan.

Ketua Yayasan KKI Kefamenanu, Ekawati, menjelaskan bahwa anak-anak dilatih sejak awal dalam berbagai aspek pertanian, mulai dari pengolahan lahan, pembuatan bedeng, pembuatan pupuk, hingga proses penanaman.

Yayasan Kki Kefamenanu Membangun Generasi Mandiri Dengan Pendidikan Berbasis Pertanian

Tanaman yang menjadi prioritas meliputi kangkung, bayam, kacang panjang, cabai, dan pisang yang dibawa dari Jawa.

Selain kegiatan pertanian, KKI juga menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar (KBM) formal di dalam kelas untuk tingkat SD, SMP, dan SMA. Mata pelajaran yang diajarkan mencakup IPS, IPA, Bahasa Inggris, Matematika, dan Bahasa Indonesia, dengan jadwal dari pukul 08.00 hingga 13.00. Proses KBM berlangsung selama tiga tahun, sesuai dengan kurikulum yang disusun oleh yayasan.

Baca Juga :  SiCepat - Happy Hearts Indonesia Bangun PAUD di Nusa Tenggara

Setelah KBM, anak-anak beristirahat siang dan melanjutkan dengan aktivitas pertanian pada sore harinya.

Yayasan Kki Kefamenanu Membangun Generasi Mandiri Dengan Pendidikan Berbasis Pertanian

Tujuan dari pendekatan ini adalah agar anak-anak memiliki keahlian yang dapat mereka terapkan ketika kembali ke masyarakat.

“Tujuannya adalah ke depan anak-anak bisa berdiri di atas kaki sendiri (mandiri). Ketika kembali ke rumah, mereka sudah memiliki modal untuk dikerjakan di rumah masing-masing,” ujar Ekawati.

Untuk anak-anak yang telah menyelesaikan pendidikan di KKI, yayasan akan berdiskusi dengan orang tua mengenai kelanjutan pendidikan anak, apakah tetap melanjutkan di KKI atau pindah ke sekolah lain.

Saat ini, KKI memiliki 10 murid yang didampingi oleh dua guru, yang secara bergantian membantu anak-anak dalam aspek akademik.

Baca Juga :  Presiden Raeoa Minta Kolaborasi Dengan Farm Surya Menelusuri Inovasi Budidaya Mawar

Melalui pendekatan ini, KKI berupaya menciptakan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang dapat membantu mereka mandiri dan berkontribusi positif di masyarakat.

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts