KEFAMENANU, NTT – Dalam rangka memperingati Hari Orang Sakit Sedunia dan Hari Kusta Sedunia, Yayasan Sosial Ibu Anfrida Naob mengadakan acara khusus pada 14 Februari 2026, bertepatan dengan perayaan Valentine’s Day. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kepedulian terhadap pasien kusta dan orang sakit serta menghapus stigma dan diskriminasi terhadap kelompok rentan tersebut.
Menurut Ketua Yayasan Sosial Ibu Anfrida Naob, Suster Maria Marcella PRR, Hari Kusta Sedunia sejatinya diperingati setiap 26 Januari dan Hari Orang Sakit Sedunia pada 11 Februari. Namun tahun ini keduanya digabung pada peringatan Valentine untuk menyampaikan pesan kuat tentang cinta, empati, dan penghormatan terhadap martabat manusia tanpa diskriminasi.
Acara tersebut dihadiri oleh orang tua dari anak-anak disabilitas, pasien yang sedang dirawat di rumah sakit kusta Naob, serta penghuni panti rehabilitasi kusta yang dibina oleh yayasan. Kegiatan berlangsung di lingkungan Rumah Sakit Umum Bunda Pembantu Abadi yang berada di bawah pengelolaan yayasan tersebut.

Suster Maria Marcella menjelaskan bahwa yayasan mempunyai misi utama melayani kaum miskin, penyandang kusta, dan penyandang disabilitas. Unit-unit kerja yayasan mencakup rumah sakit dan panti rehabilitasi. Awalnya rumah sakit itu dikenal sebagai Rumah Sakit Kusta Naob, tetapi kini telah bertransformasi menjadi Rumah Sakit Umum Bunda Pembantu Abadi.
Di rumah sakit ini, terdapat panti rehabilitasi khusus bagi pasien yang telah selesai menjalani pengobatan kusta tetapi masih memerlukan perawatan lanjutan sebelum kembali ke lingkungan keluarga. Di panti tersebut juga diselenggarakan berbagai program pemberdayaan, seperti pelatihan pembuatan rosario, kegiatan pertanian dan peternakan, yang dirancang untuk membantu pasien lebih mandiri sebelum kembali ke kampung halaman mereka.
“Peringatan ini kami laksanakan bersama berbagai pihak, termasuk perwakilan Dinas Sosial. Kami juga mengundang Dinas Kesehatan, walaupun pada kesempatan kali ini tidak dapat hadir,” ujar Suster Maria Marcella.
Dalam kegiatan tersebut, panitia menyediakan sesi penyuluhan tentang penyakit kusta dan pemeriksaan gula darah gratis untuk orang tua peserta, agar mereka dapat mengetahui status kesehatan masing-masing.
Suster Marcella juga mengungkapkan bahwa yayasan telah menangani lebih dari 1.000 pasien kusta selama periode tertentu. Sebagian besar dari mereka sudah sembuh dan kembali ke masyarakatnya masing-masing. Sementara itu, jumlah pasien yang masih dalam perawatan saat ini mencapai puluhan orang, tersebar di rumah sakit dan panti rehabilitasi.
“Posisi sekarang, ada sekitar 30 pasien di rumah sakit dan 26 penghuni di panti rehabilitasi. Sisanya sudah pulang ke rumah mereka masing-masing,” tutup Suster Maria Marcella.
Peringatan seperti ini tidak hanya menjadi momentum memperingati hari-hari kesehatan dunia, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan penghapusan stigma terhadap penyakit kusta yang masih terjadi di berbagai lapisan masyarakat.






