Kota Malang – Pers atau wartawan memiliki peran strategis dalam membentuk ekosistem yang ramah terhadap anak di Kota Malang.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Malang, Asmualik, saat menjadi narasumber di acara Sosialisasi Peningkatan Kapasitas Jurnalis Ramah Anak.
Menurut Asmualik, tanggung jawab untuk membentuk ekosistem yang ramah terhadap anak di Kota Malang tersebut tidak hanya dibebankan pada pemerintah dan masyarakat, bahkan Pers juga memiliki strategis melalui pemberitaan yang ramah terhadap anak.
“Insan pers ini memiliki peran strategis, lewat pemberitaan yang ramah terhadap anak bisa membentuk ekosistem KLA, jadi media harus berhati-hati dalam memuat pemberitaan sensitif yang melibatkan anak-anak,” jelasnya.
Sebab, lanjut Asmualik, di dunia digital yang serba abadi, jika menyebarluaskan informasi tentang identitas anak dikhawatirkan menjadi beban permanen bagi korban anak-anak ketika telah masuk usia dewasa.
“Jejak digital yang tidak terhapus dan terus mentereng di media digital itu akan memicu trauma yang berulang di masa mendatang,” tegasnya.
Untuk itu, Asmualik meminta agar media massa dapat menyaring pemberitaan dan tidak mengekspos identitas anak-anak, baik sebagai korban, pelaku, maupun sebagai saksi.
“Kalau informasi anak dibuka, pada saat sudah dewasa mereka bisa melihat foto atau informasi tentang dirinya yang dipublikasi di media. Dia akan merasa bersalah. Anak akan mendapatkan dampak jangka panjang. Trauma pada anak tidak bisa hilang sekaligus,” terangnya.
Terlebih, Asmualik menjelaskan, pers ini selain memberikan pemberitaan yang ramah terhadap anak, pers juga menjadi kompas untuk informasi yang tak terfilter di media sosial. Asmualik menjelaskan bahwa di era digital ini anak tumbuh dalam hutan informasi yang semakin liar.
“Jadi, media massa harus sebagai rujukan yang kredibel terkait kabar liar di media sosial. Untuk itu pers dituntut mengenal dan juga dikenal oleh anak-anak,” ulasnya.
Lebih lanjut Asmualik mendorong adanya kolaborasi strategis antara media massa dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang. Tujuannya adalah untuk memperkenalkan dunia jurnalistik kepada siswa sejak dini.






