CFD Jadi Panggung Rakyat, Cara Baru TTU Bangkitkan UMKM Lewat Kolaborasi Sosial dan Ekonomi

Cfd Jadi Panggung Rakyat, Cara Baru Ttu Bangkitkan Umkm Lewat Kolaborasi Sosial Dan Ekonomi

KEFAMENANU,- Pasar rakyat dan bazar kuliner yang akan digelar pada 3 Mei 2025 di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, bukan sekadar ajang jual beli. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan gerakan bersama untuk memulihkan denyut Ekonomi rakyat sekaligus merajut kembali kebersamaan warga dalam semangat kebangkitan lokal.

Bertempat di halaman Kantor Bupati TTU, acara ini akan dikemas dalam suasana Car Free Day (UMKM/” title=”CFD Siapkan Panggung Kreatif Untuk Anak Muda dan UMKM”>CFD) yang penuh semangat kebugaran dan kebersamaan. Di tengah pengunjung yang berolahraga, anak-anak yang bermain, dan tawa warga yang bersantai, produk-produk lokal akan mendapat panggungnya sendiri.

Ini bukan hanya soal berdagang, ini soal bagaimana memberi ruang hidup bagi ide, cita rasa, dan jati diri lokal, kata H. Fahmi Abdullahi, SE, Staf Khusus Bupati TTU Bidang Pemberdayaan Ekonomi Rakyat, saat diwawancarai Rabu (23/4).

Menurut Fahmi, banyak pelaku UMKM yang sebenarnya punya produk bagus tetapi belum mendapat tempat untuk tampil. Mereka hanya butuh panggung.

“Kita fasilitasi panggung itu di tengah denyut sosial masyarakat. Di situ semangatnya, ekonomi kerakyatan yang terhubung dengan ekosistem sosial budaya kita,”tambahnya.

Baca Juga :  HashMicro Terpilih sebagai Best Business Software 2023

Yang membedakan acara ini dari bazar biasa adalah keberpihakan pada komunitas. Tidak hanya pelaku UMKM yang dilibatkan, tetapi juga komunitas pemuda, organisasi masyarakat sipil, bahkan para seniman lokal yang ingin tampil.

“Pasar rakyat ini bukan eksklusif buat pedagang saja. Ini wadah kolaboratif. Kita ingin pemuda TTU melihat wirausaha bukan hanya sebagai pekerjaan, tapi panggilan untuk membangun daerah,”terang Fahmi.

Selain transaksi ekonomi, suasana CFD akan dihidupkan dengan edukasi dan hiburan. Ada pertunjukan musik akustik dari komunitas lokal, demo masak makanan tradisional, hingga sesi bincang santai bersama pelaku UMKM sukses.

Cfd Jadi Panggung Rakyat, Cara Baru Ttu Bangkitkan Umkm Lewat Kolaborasi Sosial Dan Ekonomi

Menurut Fahmi, salah satu tantangan besar UMKM adalah bagaimana membangun loyalitas di pasar lokal.

“Kadang kita lebih bangga beli produk dari luar daripada produk tetangga sendiri. Nah, lewat CFD ini kita ajak masyarakat melihat, mencoba, dan mencintai produk lokal TTU,” jelas Owner Biinmaffo Recidence Kefamenanu ini.

Kegiatan ini juga ditargetkan menjadi sarana edukasi bagi masyarakat agar makin sadar akan pentingnya mendukung ekonomi lokal sebagai bagian dari pembangunan daerah.

Baca Juga :  ITN Malang Reuni Akbar

“Kita ingin CFD tidak hanya jadi ajang lari pagi, tapi juga ruang edukasi ekonomi dan sosial. Di situ kita belajar, saling menginspirasi, dan tentu saling memberdayakan,” katanya.

Di tengah upaya pemulihan ekonomi pasca pandemi, TTU mencoba menawarkan pendekatan berbasis komunitas. CFD dipilih karena potensinya menyatukan berbagai kalangan masyarakat dalam suasana santai namun produktif.

Waktu pelaksanaannya setiap Sabtu pagi, jam 06.00 sampai 10.00 WITA. Kita pilih waktu di mana masyarakat sedang terbuka dan rileks, supaya interaksi antara pelaku usaha dan masyarakat bisa terjalin lebih alami dan akrab.

Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap akan muncul dampak berantai positif dari peningkatan pendapatan UMKM, munculnya usaha baru, hingga terbentuknya jejaring ekonomi antar komunitas.

“Kalau semua elemen terlibat, saya yakin ini bisa jadi gerakan. Bukan sekadar event mingguan, tapi gerakan ekonomi rakyat berbasis komunitas. Dan ini yang kita butuhkan untuk bangkit bersama,” pungkas Fahmi.

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts