BONE – Di balik langkah kecil para kader Posyandu, Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., melihat harapan besar untuk masa depan generasi Kabupaten Bone. Dalam arahannya yang disampaikan secara virtual pada Pengukuhan Tim Pembina Posyandu Kelurahan dan Desa se-Kabupaten Bone, Rabu (30/7), Bupati menegaskan bahwa Posyandu bukan sekadar rutinitas bulanan, tapi ujung tombak transformasi kesehatan masyarakat dari desa hingga kota.
“Ketika seorang ibu dinyatakan positif hamil, sejak saat itulah pendampingan harus dimulai,” tegas Bupati. “Asupan gizinya mesti cukup, imunisasi lengkap, dan harus mendapat perhatian sampai proses kelahiran berlangsung.”
Tak hanya menyampaikan apresiasi kepada para Ketua Tim Pembina dan kader Posyandu dari seluruh penjuru Bone, Bupati juga menekankan pentingnya kerja nyata. Bagi Bupati Asman, Posyandu adalah benteng pertama dalam melindungi masa depan anak-anak Bone, sekaligus pilar kuat dalam mencegah kematian ibu saat melahirkan.
Di Gedung PKK Bone tempat kegiatan digelar, puluhan kader hadir dengan semangat. Mereka datang dari desa dan kelurahan, membawa cerita, tantangan, dan dedikasi. Dalam sorot mata mereka, terpancar keyakinan bahwa tugas sebagai pelayan kesehatan masyarakat bukan sekadar peran, tapi panggilan.
Bupati Asman secara khusus menyoroti pentingnya pendataan di lapangan. Bukan hanya soal angka, tapi soal mengenal lebih dekat siapa warga yang benar-benar membutuhkan uluran tangan.
“Kita harus tahu siapa warga kita yang butuh pendampingan. Dengan begitu, setiap intervensi akan tepat sasaran dan pembangunan keluarga bisa berjalan efektif dari bawah,” ujarnya.
Data yang dikumpulkan para kader, menurutnya, akan menjadi fondasi dalam menyusun arah kebijakan pembangunan, terutama dalam menjangkau keluarga berpenghasilan rendah yang rawan mengalami stunting.
Dengan nada tegas namun penuh harapan, Bupati menyerukan agar Posyandu tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Ia ingin Posyandu berdiri kokoh sebagai gerakan masyarakat yang mandiri, adil, dan berkelanjutan.
“Kita tidak mau Posyandu ini hanya jadi acara seremonial. Kita ingin Posyandu menjadi gerakan nyata dan sempurna. Dengan itu, visi misi kita akan mampu tercapai dari level paling bawah,” pungkasnya.
Acara pengukuhan ini turut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Bone, para pejabat daerah, serta perwakilan kader Posyandu dari berbagai kecamatan. Kegiatan ini bukan hanya seremoni pelantikan, melainkan langkah awal dari komitmen bersama untuk mewujudkan Bone sehat dari akar rumput.
Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Bone menatap masa depan tanpa stunting, tanpa kematian ibu dan anak. Dan di balik semua itu, para kader Posyandu tetap menjadi garda terdepan penjaga kehidupan dari desa ke desa, dari hati ke hati. (*)






