Bone — Setelah lebih dari tiga dekade mendedikasikan diri di dunia pendidikan, MM-menorehkan-sejarah-baru/” title=”SMAN 13 Bone Raih Predikat Adiwiyata Nasional, Kepemimpinan Drs. Hamzah, MM Menorehkan Sejarah Baru”>Drs. Hamzah, MM, Kepala SMAN 13 Bone, bersiap menutup lembaran panjang pengabdiannya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) tahun ini. Sosok yang dikenal bersahaja, disiplin, dan penuh semangat itu telah mengabdikan 32 tahun hidupnya untuk membimbing generasi muda di Bumi Arung Palakka.
Perjalanan karier Hamzah tak sekadar diwarnai oleh rutinitas mengajar dan memimpin sekolah. Ia memahat prestasi demi prestasi, meninggalkan teladan tentang ketekunan, dedikasi, dan komitmen terhadap pendidikan. “Bagi saya, keberhasilan bukan hanya soal prestasi sekolah, tapi bagaimana anak-anak kita tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter dan bermanfaat bagi lingkungannya,” tuturnya suatu ketika.
Menjelang akhir masa tugasnya, penghargaan istimewa datang silih berganti. Dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, Hamzah dianugerahi Satyalancana Karya Satya XXX Tahun sebuah pengakuan resmi atas pengabdian tanpa cela selama 30 tahun lebih. Tanda kehormatan ini diserahkan melalui Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan baru-baru ini.
Tak berhenti di situ, momentum peringatan Hari Pramuka ke-64 yang digelar Pemerintah Kabupaten Bone bersama Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Bone di Desa Mappesangka Kecamatan Ponre menjadi panggung kehormatan lain bagi Hamzah. Ia menjadi salah satu dari sepuluh tokoh terpilih penerima Lencana Melati, penghargaan tertinggi dari Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka. Tanda penghargaan yang ditandatangani Ketua Kwarnas, Komjen Pol (Purn.) Drs. Budi Waseso, ini diberikan kepada sosok yang dinilai berjasa besar dalam mengembangkan Gerakan Pramuka di tingkat nasional maupun daerah.
Bagi Hamzah, Lencana Melati bukan sekadar simbol. Ia adalah bukti nyata bahwa pengabdian yang tulus akan berbuah apresiasi. Selama memimpin SMAN 13 Bone, ia dikenal aktif membina Pramuka, mengirimkan siswa-siswinya hingga ke ajang nasional, dan menanamkan nilai kepramukaan sebagai bagian dari pembentukan karakter.
Kini, di penghujung masa tugasnya, Drs. Hamzah, MM meninggalkan jejak emas yang sulit dilupakan. Jejak seorang pendidik sejati yang memimpin dengan hati, membina dengan teladan, dan mengabdi dengan sepenuh jiwa.
Karier Hamzah sebagai ASN dimulai pada tahun 1993 di SMA PGRI Bone sebagai guru teknik keterampilan. Kala itu, jumlah guru yang minim membuatnya harus mengampu berbagai mata pelajaran. “Hampir semua mata pelajaran saya pernah ajar, karena memang guru sangat terbatas waktu itu,” kenangnya sambil tersenyum.
Tahun 2004 menjadi titik balik saat ia dimutasi menjadi pengawas SMP Kabupaten Bone. Selama lima tahun, puluhan SMP ia bina, namun satu pengalaman yang tak terlupakan adalah ketika ia ditugasi ke SMP swasta di Tabbae. “Jalan ke sana dulu sangat susah. Kadang harus dorong motor karena medan begitu berat. Tapi masyarakatnya luar biasa menghargai pendidikan,” ungkapnya dengan mata berbinar.
Tahun 2009, Hamzah kembali ke sekolah menengah atas, kali ini ke SMAN 1 Ulaweng (kini SMAN 15 Bone). Pada 2014, ia resmi diangkat sebagai Kepala Sekolah. Sejak itu, tongkat kepemimpinan ia emban dengan dedikasi penuh, dari SMAN 1 Ulaweng, lalu ke SMAN 18 Bone (dulu SMAN 1 Cina) pada 2017, kemudian ke SMAN 30 Bone di Kecamatan Palakka tahun 2019, hingga akhirnya dipercaya memimpin SMAN 13 Bone di akhir 2022.
Sebagai kepala sekolah, Hamzah memiliki misi besar: membuka jalan selebar-lebarnya bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. “Belajar, belajar, dan belajar adalah kunci untuk meningkatkan kualitas SDM,” tegasnya.
Selama hampir tiga tahun memimpin SMAN 13 Bone, sederet prestasi berhasil diraih. Sekolah ini berhasil mempertahankan akreditasi A, meraih predikat Sekolah Adiwiyata Nasional bersama SMAN 5 Bone, serta mencatatkan peningkatan signifikan dalam jumlah siswa yang lolos masuk perguruan tinggi negeri tanpa tes. Bahkan, tahun lalu SMAN 13 Bone bersama SMAN 1 Bone menjadi sekolah favorit yang kebanjiran pendaftar siswa baru.
Menutup masa pengabdiannya, Hamzah menyampaikan rasa terima kasihnya. “Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bapak Bupati Bone dan Bapak Gubernur Sulawesi Selatan yang telah memberikan perhatian dan keberpihakan besar pada pendidikan, baik di Bone, Sulsel, maupun Indonesia pada umumnya,” ucapnya penuh haru.
Kini, menjelang masa pensiun, Drs. Hamzah, MM bukan hanya meninggalkan catatan prestasi, tapi juga warisan semangat, dedikasi, dan ketulusan untuk memajukan dunia pendidikan. (*)






