BALI-Zonanusantara, Solidaritas Jurnalis Bali (SJB) kembali menjalankan misi kemanusiaan berupa penggalangan dana untuk korban gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (23/8/2026) pagi.
Penggalangan dana kali ini berlangsung di kawasan Car Free Day (CFD) Renon, Denpasar, dengan melibatkan musisi Regae asal Bali, Anak Agung Junni Antara atau biasa dipanggil Joni Agung.
Sebelumnya, Sabtu (22/8/26) Solidaritas Jurnalis Bali (SJB) telah melakukan hal serupa di Jalan. Dewi Sri–Nakula, Kuta, Badung, Bali, dan berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp. 5.780.000.
Dalam aksi ini di CFD Denpasar, para jurnalis berkeliling membawa kotak sumbangan bertuliskan “Pray For Flores”. Warga yang sedang berolahraga, memiliki hajatan, hingga penyandang disabilitas turut antusias berdonasi.
Tampak, suasana aksi penggalangan dana ini semakin meriah ketika Joni Agung menyanyikan lagu-lagu hitsnya seperti “Ngalih Liang”, “Iri Ci”, dan “Berdanska”. Tidak hanya bernyanyi seorang diri, ia juga mengajak masyarakat yang hadir untuk bernyanyi bersama atau berkaraoke demi meramaikan kegiatan amal tersebut.
Koordinator Aksi Solidaritas Jurnalis Bali untuk Gempa Flores, Marsellus N. Pampur, dalam kesempatan ini mengatakan aksi penggalangan dana di CFD hari ini berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp . 3.112.000.
“Terima kasih sebesar-besarnya kepada teman-teman yang sudah mau bersusah payah terlibat dalam aksi sosial ini. Tetap kompak,” ujar Marsellus.
Menurutnya, aksi tersebut tidak hanya mendapat dukungan dari kalangan jurnalis. Masyarakat yang
berolahraga di kawasan CFD ini juga menunjukkan kepedulian dengan memberikan donasi.
Ia menyatakan, donasi hari ke dua ini menyasar masyarakat yang sedang menikmati waktu akhir pekan di kawasan Car Free Day (CFD).
“Ternyata masyarakat Bali memiliki kepedulian yang besar terhadap peristiwa itu. Buktinya kepedulian itu datang dari berbagai lapisan masyarakat,” katanya.
Hal tersebut, kata dia, tampak masyarakat yang sedang berolahraga terlihat memberikan uang secara sukarela. Marsellus, berharap donasi yang terkumpul dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Flores yang terdampak bencana gempa.
“Kami berharap donasi yang diberikan masyarakat Bali bisa meringankan beban yang dialami oleh masyarakat di Flores, NTT,” tandasnya.
Sementara itu, musisi asal Sanur Joni Agung menyampaikan dukungannya terhadap gerakan sosial untuk membantu warga NTT yang tertimpa musibah. Harapannya, warga di sana bisa berangsur-angsur melepas trauma pascabencana.
“Jadi semua teman-teman di Bali juga sudah bergerak bersama-sama juga datang,” ucap musisi asal Sanur ini.
Menanggapi maraknya bencana alam di Indonesia saat ini, seperti gempa hingga kebakaran hutan, Joni berpesan agar manusia tidak sengaja melakukan pembakaran atau merusak alam.
“Jadi kita enggak usah menduga-duga kalau bencana alam, karena itu kan alam ya. Jadi semua akan pernah terjadi. Kalau di Bali kan Tsunami kecil, perlina semua terjadi, kerusakan. Yang penting kita semua menyadari kita bekerja sama, sama-sama saling membantu, itu yang paling penting,” imbuh Joni Agung.
Joni Agung juga mengajak masyarakat untuk tidak memandang perbedaan, sebab para korban musibah adalah saudara satu tanah air.
“Ya, kita sering mengedukasi, kita kan di Indonesia ini kita sudah ada semuanya, jadi timur, utara, semua sama. Jadi kalau teman-teman saudara kita ada musibah, kita saling ya bahu-membahu membantu semua,” pesan Joni.
Sebagai seorang musisi, Joni dikenal aktif terlibat dalam berbagai aksi kemanusiaan dan bersedia tampil tanpa bayaran. Selain sibuk berkarya, ia juga memiliki yayasan bernama Temanmu Peduli Bangsa.
“Teman-teman juga sekarang lagi ada tergabung monitoring mangrove juga untuk alam. Juga kita juga sudah buka donasi untuk bencana-bencana. Jadi semuanya kerja saling kolaborasi lah kita,” tutupnya.(*)






