Kota Malang, ZonaNusantara – Universitas Brawijaya (UB) Malang memberikan klarifikasi resmi menyusul insiden yang menimpa mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) berinisial RR (19).
Korban dipastikan tidak memiliki catatan masalah akademik maupun kendala terkait Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PK2MABA).
Peristiwa yang terjadi di Gedung Fakultas Pertanian (FP) UB pada Kamis (10/9/2026) pagi tersebut mendorong Rektor UB Prof. Widodo untuk mengambil langkah cepat.
Pihak universitas menginstruksikan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh area berketinggian di lingkungan kampus agar memenuhi standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Sebagai langkah preventif jangka panjang, UB berkoordinasi dengan bagian aset kampus untuk memetakan gedung bertingkat yang memerlukan penyesuaian desain pengamanan. Rencana modifikasi infrastruktur ini diproyeksikan masuk dalam pembahasan anggaran pada tahun depan.
Sekretaris Universitas Brawijaya, Dr. Tri Wahyu Nugroho, menegaskan bahwa perombakan desain jendela akan segera dilakukan secara bertahap pada gedung-gedung bertingkat.
“Jendela-jendela nanti akan kami ganti yang hanya bisa membuka sempit, yang hanya untuk sirkulasi udara saja. Kami pastikan tidak ada celah atau bukaan yang memungkinkan seseorang untuk melewati jendela tersebut,” ujarnya, Jumat (11/9/2026).
Terkait spekulasi yang beredar di publik, Ketua Program Studi Sarjana Kedokteran FK UB, dr. Hanif, M.Biomed., Sp.An., memastikan bahwa penelusuran rekam jejak menunjukkan aktivitas perkuliahan, prestasi, dan kehadiran RR berada dalam kondisi yang baik tanpa indikasi tekanan.
Hanif juga membantah keras adanya keterkaitan insiden dengan tekanan kegiatan PK2MABA. RR tercatat sempat tidak mengikuti kegiatan tersebut pada tahun sebelumnya, namun kewajibannya telah diselesaikan dan dinyatakan lulus.
“Tidak ada kaitan apa pun dengan itu. Jadi bukan mengulang PK2MABA, tetapi hanya mengganti ketidakhadiran, dan itu sudah selesai, yang bersangkutan sudah dinyatakan lulus PK2MABA,” terangnya.
Pihak fakultas turut menepis berbagai isu miring terkait masalah keluarga maupun karakter pribadi korban, serta memilih untuk menghormati penuh privasi keluarga RR.
Instruksi pengamanan fisik kini telah disebarluaskan ke seluruh fakultas di lingkungan UB. Ketua Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) FK UB, dr. Holipah, Ph.D., menyatakan bahwa setiap fakultas diminta segera meninjau ulang kondisi bangunan, khususnya ruangan di lantai atas yang memiliki akses jendela terbuka.
Langkah pengamanan ini berjalan berdampingan dengan program pencegahan kesehatan mental mahasiswa yang telah aktif di kampus.
Saat ini, RR masih menjalani perawatan intensif di ICU Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, sementara penyebab dan motif insiden berada dalam proses investigasi pihak kepolisian.






