Ulaweng — Momen Hari Guru Nasional menjadi lebih istimewa bagi Kepala KUA Ulaweng, H. Muhammad Saleh, S.Pd.I., M.Pd, yang dengan penuh rasa bangga dan haru memberikan sebuah kado berupa bucket bunga kepada istrinya. Gestur sederhana namun sarat makna itu menjadi bentuk penghargaan tulus atas pengabdian sang istri sebagai pendidik yang setiap hari mencerdaskan generasi muda.
Di tengah kesibukannya melayani masyarakat, H. Muhammad Saleh sengaja meluangkan waktu khusus untuk menyampaikan rasa terima kasihnya. Baginya, bucket bunga itu bukan hanya hadiah, tetapi simbol penghormatan atas kerja keras, dedikasi, dan ketulusan sang istri dalam mengemban amanah sebagai guru.
Dalam momen yang berlangsung hangat tersebut, ia menyampaikan ucapan selamat Hari Guru dengan penuh ketulusan. Ia menegaskan bahwa peran istrinya sebagai guru bukan hanya membanggakan murid-muridnya, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi keluarga.
“Guru adalah pelita yang tak pernah padam menerangi jalan banyak orang. Dan bagiku, istriku adalah salah satu pelita itu—yang sinarnya memberi manfaat kepada banyak pihak,” ujarnya penuh haru.
Sebagai suami sekaligus pemimpin di KUA Ulaweng, H. Muhammad Saleh merasa bersyukur memiliki pendamping hidup yang tidak hanya bijaksana di rumah tangga, tetapi juga berdedikasi tinggi di dunia pendidikan. Ia berharap perhatian kecil yang ia berikan dapat menjadi penyemangat bagi sang istri untuk terus berkarya dan menebar manfaat.
Ia menutup momen spesial itu dengan doa agar istrinya selalu diberkahi kesehatan, kekuatan, dan semangat dalam menjalankan tugas mulia sebagai pendidik.
“Setiap langkah seorang guru adalah amal jariyah yang tidak ternilai. Semoga engkau selalu dilimpahi keberkahan dalam menjalankan amanah ini,” tutupnya penuh hangat. (*)





