KEFAMENANU,- Pelantikan Badan Pengurus Daerah (BPD) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) periode 2025–2030 di Aula Cafe Puang Amo bukan sekadar seremoni, melainkan simbol bagaimana nilai-nilai asal Sulawesi Selatan dapat menyatu dan memperkuat kehidupan sosial di Nusa Tenggara Timur.
KKSS, berdiri sejak 12 November 1976 sebagai wadah kekeluargaan para perantau Sulsel kini menjelma menjadi garda terdepan dalam merawat budaya, solidaritas, dan partisipasi sosial.
Kepengurusan baru di TTU, yang kini dipimpin Ansardi H. Kadir menggantikan Fahmi H. Abdullahi, menegaskan komitmen itu secara nyata.
Dalam sambutannya, Ansardi menekankan bahwa KKSS adalah “rumah bersama” bukan sekadar organisasi kedaerahan, hal ini mencerminkan filosofi “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”, yakni warga Sulsel di TTU harus turut berkembang bersama masyarakat setempat.
Ansardi juga menegaskan pentingnya sinergi antara KKSS, pemerintah daerah, dan elemen masyarakat untuk menjaga harmoni serta keberagaman di TTU.
Menurut Ketua panitia Adryan Fahmi, pelantikan ini melampaui bentuk seremonial, ia adalah momentum memperkuat visi kolektif dan menggerakkan pengabdian nyata.
Ansardi sebagai ketua terpilih melihat jabatan ini sebagai “ladang pengabdian”, bukan ajang prestise, dan mengajak warga untuk bersama-sama membuka ruang kontribusi sosial, pendidikan, ekonomi, dan keagamaan.
Ketua demisioner Fahmi H. Abdullahi mengingatkan bahwa KKSS legitimnya diuji di momen krisis.
“Di mana ada bencana, kami hadir,” tutur Fahmi, mengingatkan bahwa pusat kekuatan organisasi ada pada solidaritas di lapangan, bukan di atas kertas.
Sebagai organisasi diaspora yang telah berusia hampir lima dekade, KKSS terus dituntut relevan di tengah arus globalisasi. Badan Pengurus Daerah (BPD) TTU dipanggil untuk menjawab itu melalui penguatan kerjasama lokal, adaptasi program, dan investasi pada generasi muda di Perantauan.
Pelantikan ini bukan semata pergantian kursi, tetapi tonggak konsolidasi ulang nilai-nilai bersama, silaturahmi, solidaritas, dan semangat mengabdi yang kini ditransformasikan agar relevan bagi kehidupan masyarakat TTU, dan menegaskan keberadaan KKSS sebagai mitra strategis di tanah rantau.






