Jakarta – Dalam upaya mendukung dan ikut mendorong Sport Tourism nasional, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir memberikan dukungan atas terselenggaranya kembali POCARI SWEAT Run 2026, atau yang ke-13.
Event dilakukan untuk terus mendorong pertumbuhan Sport Tourism nasional yang sejalan dengan program Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia dan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.
Gelaran lari hybrid terbesar ini akan dilaksanakan di dua destinasi ikonik, yakni Lombok (Nusa Tenggara Barat) dan Bandung (Jawa Barat), pada 11-12 Juli 2026, dan Bandung, Jawa Barat, pada 19-20 September mendatang.
Dalam keterangan tertulisnya, Menpora Erick Thohir mengatakan, kegiatan seperti POCARI SWEAT Run ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk hidup lebih sehat dengan berolahraga. Apalagi event ini dapat menggerakkan pelari dari Aceh hingga Papua.
“Saya mengapresiasi ketika ada pihak swasta seperti Pocari yang bisa mengintervensi dengan sebuah kegiatan yang tidak hanya menyehatkan masyarakat, namun bagaimana ekonomi masyarakat juga naik,” ucapnya, dalam keterangan tertulis yang diterima media online ini, Kamis (22/1/2026).
Menurutnya, ajang tersebut sebagai sebuah ajang wisata berbasis olahraga yang harus didukung, dan dirinya mendorong agar ajang tersebut terus bertumbuh menjadi bagian dari ajang global yang diikuti pelari dari berbagai belahan dunia sehingga bisa menjadi sport tourisme yang berdampak besar bagi perekonomian Indonesia.
“Untuk jumlah pelari maraton di dunia kemungkinan berkisar dari 1,3 juta hingga 1,5 juta orang. Tapi, ekosistem yang diperlukan untuk mendukung para pelari mampu memberikan dampak ekonomi yang luar biasa,” jelasnya.
Menpora mencontohkan seperti ajang lari di New York yang diikuti lebih dari 50 ribu peserta dengan dampak ekonomi mencapai Rp11 triliun. Kemudian, ajang lari di Tokyo dengan 45.000 peserta memberikan dampak ekonomi Rp6-7 triliun.
Selain itu, di Kawasan Asia Tenggara juga terdapat ajang lari yang sudah berkembang menjadi ajang besar seperti Singapore Marathon, Thailand Marathon.
“Jadi, saya menginginkan Indonesia dengan jumlah penduduk yang besar serta alam yang indah dapat memiliki ajang lari yang terkenal secara global,” harapnya.
‘Oleh sebab itu, saya mendorong ajang Pocari Sweat Run terus berkembang menjadi ajang besar, yang bisa mencitrakan Indonesia untuk menarik perhatian masyarakat pelari di berbagai belahan dunia,” tambahnya.
Sementara, Direktur Pemasaran PT Amerta Indah Otsuka Puspita Winawati selaku pihak penyelenggara Pocari Sweat Run menjelaskan bahwa ajang tersebut hadir untuk mendorong lebih banyak orang mengadopsi gaya hidup sehat melalui berlari.
“Ajang ini dimulai sejak tahun 2014, dan digelar secara berkelanjutan dengan jumlah peserta yang terus meningkat, dari tahun awal sebanyak 5.150 orang menjadi 55.435 orang pada 2025,” katanya.
Untuk Pocari Sweat Run 2026 ini, lanjut Winawati, ditargetkan diikuti sebanyak 60.000 orang terdiri atas 10.000 peserta di Lombok dan 35.000 peserta di Bandung dan yang ikut dari berbagai wilayah (virtual) sebanyak 15.000 orang.
“Saya berharap ajang inj terus berkembang pesat dengan semakin banyak jumlah peserta agar semakin berdampak besar terhadap Kesehatan masyarakat maupun memacu pertumbuhan sport tourisme Indonesia dan berdampak meningkatkan perekonomian Indonesia,” harapnya.





